Kunci Jawaban

Apa Yang Mungkin Terjadi Apabila Tidak Ada Panduan Untuk Berperilaku Bagi Profesi Tertentu?

Pertanyaan nomor 1 'Apa yang mungkin terjadi apabila tidak ada panduan untuk berperilaku bagi profesi tertentu?'.

Freepik
CERITA REFLEKTIF MODUL 3 - Ilustrasi belajar. Apa Yang Mungkin Terjadi Apabila Tidak Ada Panduan Untuk Berperilaku Bagi Profesi Tertentu 

SRIPOKU.COM - Berikut ini Latihan Pemahaman Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai, Topik 3 Kode Etik Guru, Apakah Perilaku Guru sebagai Pendidik Perlu Diatur?

Dasar Materi yang akan dibahas yakni Apa Etika Dasar yang Harus Dijunjung Guru sebagai Pendidik?.

Materi Apa Etika Dasar yang Harus Dijunjung Guru sebagai Pendidik?, pertanyaan nomor 1 'Apa yang mungkin terjadi apabila tidak ada panduan untuk berperilaku bagi profesi tertentu?'.

Jawaban di bawah juga dilengkapi dengan pembahasan agar memudahkan Bapak/Ibu Guru dalam memahaminya. 

Baca juga: Modul 3 PPG 2025, Alasan Mengapa Perlu Ada Kode Etik Untuk Setiap Profesi Antara Lain Adalah Untuk?

1. Apa yang mungkin terjadi apabila tidak ada panduan untuk berperilaku bagi profesi tertentu?

A. Setiap individu memiliki kebebasan untuk mengambil tindakan sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan

B. Setiap individu memiliki kewenangan untuk menetapkan imbalan yang didepet atas jasanya

C. Peluang terjadinya persaingan antar individu dalam profesinya yang sama untuk mendapatkan klien sebanyak-banyaknya

D. Peluang munculnya konflik baik antara rekan satu profesi maupun dengan pihak pihak yang menggunaikan jasa profesi tersebut.

E. Munculnya organisasi-organisasi profesi untuk melindungi sepentingan individu yang berprofesi sama

Jawaban: D

Pembahasan;

Peluang munculnya konflik baik antara rekan satu profesi maupun dengan pihak-pihak yang menggunakan jasa profesi tersebut adalah benar dan sangat tepat.

Jika tidak ada panduan perilaku atau kode etik dalam suatu profesi, maka berbagai konsekuensi negatif bisa terjadi, di antaranya:

1. Munculnya Konflik Internal

Tanpa standar perilaku yang sama, anggota profesi dapat memiliki pemahaman dan praktik kerja yang berbeda-beda, sehingga mudah terjadi kesalahpahaman, persaingan tidak sehat, dan konflik antar rekan kerja.

2. Konflik dengan Pihak Klien atau Masyarakat

Klien atau pengguna jasa tidak tahu apa yang bisa mereka harapkan, dan profesional mungkin bertindak seenaknya tanpa mempertimbangkan kepentingan pengguna jasa.

Ini dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan, munculnya keluhan, bahkan tuntutan hukum.

3. Tidak Ada Perlindungan bagi yang Dirugikan

Tanpa panduan yang jelas, akan sulit menilai apakah suatu tindakan melanggar atau tidak, sehingga menyulitkan penyelesaian masalah secara adil.

Baca berita menarik Sripoku.com lainnya di Google News

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved