Berita Palembang

Puluhan Kader PMII se-Kota Palembang Sebut PMII Palembang dan Sumsel Mati Suri

Puluhan Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia se-Kota Palembang menyatakan sikap atas sejumlah permasalahan internal PMII di Kota Palembang.

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: tarso romli
handout
KADER PMII - Puluhan Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Kota Palembang menyatakan sikap atas sejumlah permasalahan internal PMII di Kota Palembang, Kamis (5/6/2024). Mereka menyebut PMII Palembang dan Sumsel seperti mati suri. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Puluhan Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Kota Palembang menyatakan sikap atas sejumlah permasalahan internal PMII di Kota Palembang, Kamis (5/6/2024).

Aksi tersebut didasari dari permasalahan PC PMII Kota Palembang di antaranya mempolitisasi SK di Komisariat PGRI & UIGM Palembang, Intervensi RTK UIN Raden Fatah Palembang, tidak menyelesaikan permasalahan pada Komisariat Jenderal Ahmad Yani, membiarkan konflik berkepanjangan tanpa adanya mediasi, dan tak kunjung melaksanakan Konfercab meskipun SK sudah kedaluwarsa.

Hadir pada kesempatan tersebut Komisariat UIN Raden Fatah Palembang, Komisariat PGRI Palembang, Komisariat Jenderal Ahmad Yani, dan Komisariat Sjakhyakirti Palembang.

Koordinator aksi, Aria Tan Ifin, mengatakan bahwa konflik yang berlarut-larut dinilai dapat meruntuhkan marwah organisasi.

"Kami kader PMII se-Kota Palembang, pada hari ini menyikapi Sejumlah Permasalahan di tubuh PMII Kota Palembang dan PKC PMII Sumatera Selatan,,"  Kata Aria yang juga Wakil Ketua I PC PMII Palembang.

Ia menyebut terdapat sejumlah permasalahan internal yang sampai saat ini tidak dapat diselesaikan. Sehingga mengakibatkan kekacauan di berbagai lini PMII Palembang dan PMII se-Sumatera Selatan.

Aria juga menyikapi permasalahan pada PKC PMII Sumatera Selatan yang dianggap gagal dalam menjalankan roda organisasi.

"Kemudian Carut-marutnya PKC PMII Sumatera Selatan yang kami anggap Mati Suri, dikarenakan SK yang telah kedaluwarsa sejak 20 Maret 2024 namun hingga saat ini belum ada kejelasan untuk melaksanakan Konfercab, dan melakukan reshuffle yang tidak sesuai prosedur AD/ART," jelas Aria.

"PKC PMII Sumatera Selatan kami anggap gagal dalam menjalankan roda organisasi, dikarenakan terdapat berbagai permasalahan serius yang tak diselesaikan. Terdapat sejumlah Konflik Internal di Pengurus Cabang Sumatera Selatan namun tidak adanya tindakan sehingga dapat dikatakan PKC PMII Sumatera Selatan telah Mati Suri," tambahnya. 

Adapun poin-poin pernyataan sikap dari Kader PMII se Kota Palembang di antaranya yakni,

1. Meminta PB PMII untuk mendesak PC PMII Palembang agar segera melaksanakan Konfercab, dikarenakan SK yang telah kedaluwarsa dan Sejumlah Konflik internal yang tidak dapat diselesaikan

2. Mendesak PKC PMII Sumatera Selatan untuk tidak melaksanakan Kon koorcab sebelum terlaksana Konfercab bagi Pengurus Cabang yang telah berakhir periode kepengurusan

3. Meminta PB PMII untuk melakukan Karateker pada PKC PMII Sumatera Selatan karena dianggap gagal dalam menjalankan roda organisasi dan membiarkan Konflik berkepanjangan di Sejumlah Pengurus Cabang Sumatera Selatan.

Simak berita menariok lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved