Berita Palembang

Wisata Sembari Belajar Sejarah di Monpera Palembang, Saksi Bisu Perang 5 Hari 5 Malam di Kota Pempek

Monpera dengan gambar garuda hitam di bagian depan bangunan itu menjadi saksi bisu perang yang berlangsung selama lima hari lima malam di Palembang.

Penulis: Hartati | Editor: pairat
Tribun Sumsel/Hartati
WISATA MONPERA PALEMBANG - Salah atu objek wisata di Kota palembang yang menarik dikunjungi yakni Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) yang berlokasi di Jalan Merdeka No 1 Palembang, Sumatera Selatan atau persis di depan Masjid Agung Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Palembang sebagai pusat kerajaan Sriwijaya menyimpan banyak peninggalan seni dan budaya juga sejarah yang harus tetap dilestarikan sehingga generasi muda paham nilai sejarah dan perjuangan pahlawan merebut dan mengisi kemerdekaan.

Salah satu objek wisata yang menarik dikunjungi yakni Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) yang berlokasi di Jalan Merdeka No 1 Palembang, Sumatera Selatan atau persis di depan Masjid Agung Palembang.

Menpora adalah museum sejarah yang berisikan sejumlah benda peninggalan sejarah.

Menjadi saksi bisu perang lima hari lima malam misalnya selongsong peluru, mesin ketik, pedang, senapan, hingga menampilkan nama-nama pahlawan yang ikut berjuang mengangkat senjata yang terlibat dalam perang lima hari lima malam tersebut.

Selain bisa belajar sejarah, pengunjung juga bisa melihat keindahan Palembang dari atas Monpera 360 derajat.

Sejumlah benda peninggalan sejarah itu rutin dilakukan konservasi untuk memelihara agar benda-benda itu awet juga warna tidak pudar sehingga tetap kokoh dan tahan lama.

Museum ini beroperasi dari jam 08.00-16.00 WIB setiap harinya yang terbuka untuk umum.

Tiket masuk dikenakan berbeda tarif yakni anak-anak Rp 2 ribu, pelajar Rp 3 ribu, umum Rp 5 ribu dan wisatawan mancanegara Rp 15 ribu per orang.

Lokasinya yang strategis berada di pusat kota sehingga memudahkan wisatawan berkunjung dari segala arah dan bisa ditempuh menggunakan kendaraan umum seperti LRT, angkutan umum, ojek online, becak atau kendaraan pribadi.

Monpera dengan gambar garuda hitam di bagian depan bangunan itu menjadi saksi bisu perang yang berlangsung selama lima hari lima malam di Palembang.

Perang tersebut bermula saat tentara belanda melanggar garis demokrasi, dan terjadi pertempuran antara Tentara Republik Indonesia (TRI) dan Tentara Belanda, setelah perang yang semakin tidak kondusif akhirnya perang diakhiri dengan kesepakatan untuk menghentikan kontak senjata antara keduanya.

Peletakan batu pertama pada tanggal 17  Agustus 1975, Pembangunan monumen selesai  pada 1988, yang kemudian diresmikan oleh  Alamsyah Ratu Prawiranegara dengan nama  Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera).

Bentuk Monpera menyerupai bunga  melati bermahkota lima. Melati menyimbolkan kesucian hati para pejuang, sedangkan lima sisi menggambarkan lima wilayah keresidenan yang  tergabung dalam Sub Komandemen Sumatera  Selatan.

Museum ini juga kerap jadi lokasi edutrip yang digelar sekolah untuk memperkenalkan pelajar pada sejarah Palembang dan saksi perang lima hari lima malam.

Kini bagian halaman museum lebih luas dan dulunya terdapat air mancur menari sehingga kerap dijadikan lokasi pertunjukan, senam hingga sejumlah kegiatan. Bahkan setiap tahun rutin digelar Festival Sriwijaya di halaman MONPERA.

Menpora juga menarik dikunjungi karena dilengkapi bangku taman yang membuat wisatawan bisa santai duduk menikmati keindahan MONPERA.(tnf)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved