Longsor Gunung Kuda Cirebon

Kisah Pilu Dendi, Ngotot Kerja di Hari Libur, Tewas Tertimbun Longsor Gunung Kuda Cirebon

Tak ada gemerlap tenda besar atau karangan bunga mewah yang menghiasi rumah duka Dendi Irmawan (45) di Kampung Sukasari,

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
Tribunjabar.id / Adi Ramadhan Pratama
KORBAN LONGSOR - Fitria Nuraini (15), putri Dendi Irmawan (45), korban longsor galian c di Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon pada Jumat (30/5/2025). 

SRIPOKU.COM, BANDUNG – Tak ada gemerlap tenda besar atau karangan bunga mewah yang menghiasi rumah duka Dendi Irmawan (45) di Kampung Sukasari, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Hanya beberapa kursi plastik teronggok di depan rumah yang sederhana itu. Namun, kesunyian yang terasa justru semakin mempertebal selimut kesedihan yang menyelimuti setiap sudut rumah, pasca kepergian Dendi, salah satu korban longsor galian C Gunung Kuda di Cirebon.

Di ruang tamu, sang putri bungsu, Fitria Nuraini (15), duduk terpaku. Wajahnya masih sembab, napasnya terasa berat, dan matanya memerah karena tangis yang tak kunjung berhenti.

Ia menyambut para pelayat dan kerabat dengan hati yang hancur.

Fitria bercerita, kabar nahas itu datang pada Jumat (30/5/2025) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, ia sedang berada di rumah, sementara sang ibu sedang bekerja.

"Pas dengar kabarnya, saya lagi di rumah. Mama waktu itu lagi kerja. Kakak yang kasih tahu. Awalnya dia bilang, 'doain bapak ya', kata kakak bapak ketimbun tapi belum pasti. Engga lama setelah itu, ada kabar bapak meninggal dunia," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar, Sabtu (31/5/2025).

Seketika mendengar kabar mengejutkan itu, Fitria tak menyangka bahwa ayah tercintanya meninggal dunia saat bekerja.

Perasaannya campur aduk antara sedih dan tak percaya. Yang lebih menyayat hati, hari nahas itu sejatinya adalah hari libur Dendi.

"Bapak tuh sebenarnya hari Jumat itu harusnya libur. Tapi bapak maksa kerja. Emang bapak tuh kalau dikasih tahu susah, pendiriannya kuat. Saya tahu kalau bapak kerja di tambang, terus sama istrinya di sana punya warung. Kalau sama ibu saya kan sudah cerai," ungkap Fitria.

Dendi diketahui sudah merantau ke Cirebon sejak 2019, sementara Fitria tinggal bersama ibunya di Bandung.

 Ia mengaku terakhir bertemu sang ayah tiga tahun lalu, meskipun mereka kerap berkomunikasi lewat telepon dan video call.

"Seringnya teleponan, video call. Terakhir telepon itu pas saya lagi ujian kemarin, tapi engga keangkat. Katanya dia mau ngirim uang jajan, terus suruh telepon balik. Tentu kehilangan bapak shock banget, sedih juga," ucapnya lirih.

Jenazah Dendi baru tiba di Kabupaten Bandung sekitar pukul 03.00 dini hari (31/5) setelah proses autopsi selesai. Barulah pada pukul 09.00 WIB, jasad Dendi dikebumikan di TPU Cimenyan.

"Dimakamin di sini (Cimenyan) karena kemauan saya dan kakak, karena kalau di sana Cirebon nanti jauh. Keluarganya bapak juga banyaknya di sini," pungkas Fitria.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Tangis Fitria Sambut Jenazah Sang Ayah, Korban Longsor Galian C di Gunung Kuda Cirebon

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved