Ekonomi dan Bisnis

Investasi Emas Digital Aman karena Dijamin OJK

Investasi emas digital sangat aman, karena dijamin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penulis: Hartati | Editor: Ekoadiasaputro.BE
TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
INVESTASI EMAS - Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Novryandi, Rabu (7/5/2025), menjelaskan peluang investasi emas Pegadaian saat ini dan di masa yang akan datang dengan keberdaan bank emas. 


SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Novryandi mengaskan, investasi emas digital sangat aman, karena dijamin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Barangnya ada, meski digital," katanya, saat memberi sambutan pada Media Gathering di Bukit Golf Resto & Resort Cafe, Palembang, Rabu (7/5/2025).

Soal emas fisiknya, kata Novryandi, masyarakat juga tidak perlu khawatir karena ada di brangkas Pegadaian. Bahkan nilainya lebih besar atau 20 persen lebih besar dari nilai emas yang dibeli nasabah.

"Jadi misal nasabah total nabung 100 ton emas, maka emas yang ada di brangkas yakni 120 ton emas se-Indonesia," katanya.

Keberadaan emas di brangkas ini juga sudah diaudit dan diawasi OJK sehingga keabsahannya ada.

"Jadi tidak perlu khawatir untuk menabung emas karena nilai emas akan terus naik setiap tahun sehingga cocok jadi investasi masa depan," tutupnya.

Novryandi mengatakan, Pegadaian juga mengenalkan bank emas ke masyarakat sebagai transformasi pengelolaan emas yang lebih fokus lagi.

Sebab bank emas akan fokus mengelola emas dari hulu ke hilir, mulai emas dari tambang hingga emas didistribusikan ke masyarakat.

Selama ini, kata dia, emas memang ditambang di tanah air namun diolah di luar negeri dikemudian baru dikirim kembali ke tanah air setelah hampir jadi.

Ke depan dengan keberadaan bank emas ini, pengolahan emas akan ditangani langsung dari awal hingga akhir sehingga memastikan masyarakat mendapat emas mudah, murah dan aman. 

Sementara itu, penjualan emas Pegadaian naik drastis seiring naiknya harga emas di pasaran.

Novryandi mengatakan, penjualan emas naik dari biasanya 35 kg per bulan menjadi 150 kg per bulan.

"Penjualan naik drastis sejak awal tahun lalu, ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap investasi emas naik. Ini juga tidak lepas dari peran media yang membantu mengedukasi investasi emas sehingga dipercaya masyarakat," katanya.

Novryandi mengatakan, investasi emas ini unik, justru saat harga naik minat masyarakat berinvestasi ikut naik.

Bahkan konsumen rela antre dan melakukan pre order saat stok emas kosong. Tapi saat harga turun justru minat konsumen ikut turun.

"Saat ini minat masyarakat kembali naik investasi emas sebab harganya kembali naik," tambahnya. (tnf)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved