Berita Palembang

Mushola Bundo Kandung Ikut Terbakar,  Barang Berharga dan Perabotan Rumah Tidak Tersisa

Pascakebakaran di RT 27 RW 04 Kelurahan 8 Ulu Kecamatan Jakabaring, pemerintah Kota Palembang langsung menurunkan bantuan berupa tenda, dan selimut.

Penulis: Mat Bodok | Editor: tarso romli
sripoku.com/mat bodok
TINGGAL PUING - Rumah warga di 8 Ulu Kecamatan Jakabaring Kota Palembang yang terbakar Jumat (21/2/2025) malam tinggal puing-puingnya saja. Pemerintah Kota menurunkan bantuan berupa tenda, kasur, selimut dan lainnya. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pascakebakaran di RT 27 RW 04 Kelurahan 8 Ulu Kecamatan Jakabaring Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),  Jumat (21/2/2025) malam yang menghanguskan 4 unit rumah dan mushola serta 2 unit rumah dampak dari kebakaran. 

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Sosial telah mengirim bantuan seperti tenda gulung B2023 sebanyak 10 lembar, kasur, selimut 2024 sebanyak 10 lembar, family kit 2024 sebanyak 10 paket, dan Kids ware B2023 sebanyak 2 paket. 

Bantuan tersebut akan diserahkan langsung oleh Plt Walikota Palembang Prima Salam kepada korban kebakaran di 8 Ulu Jakabaring Palembang. 

"Alhamdulillah, perhatian pemerintah kepada korban bencana alam, akibat kebakaran semalam sudah datang bantuan yang akan diserahkan langsung oleh Plt Walikota sekaligus melihat dan memberikan semangat kepada korban kebakaran," kata Lurah 8 Ulu Indra Cahya

Untuk diketahui kebakaran yang menghanguskan 4 unit bangunan rumah dan mushola itu, terjadi pada pukul 23.30, dan api dapat dipadamkan sekita pukul 02.10. Selain rumah yang terbakar ada 2 unit rumah yang menjadi dampak dari kebakaran, karena untuk menghentikan penyebaran api. 

Rumah yang terbakar tadi yakni milik Johan, Erwin, Musa, dan Topa. Demikian rumah yang sengaja dirusak untuk menghentikan kobaran api yakni rumah milik Darwin dan Yuliana. 

"Dari kebakaran tersebut tidak ada barang warga yang terselamatkan, karena kobaran api cepat membesar membakar rumah yang terbuat dari bahan kayu," ujar Indra yang menyebutkan sedikit 21 jiwa dan 10 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal. 

Sementara itu, pengasuh Mushola Bundo Kandung Darwin Bin Sahasuddin menyebutkan, bangunan mushola terbakar ini peninggalan orang tuanya Saharsuddin yang kini sudah tiada. Berdirinya Mushola Bundo Kandung sejak Tahun 1965 lalu, dan banyak rintangan dan tantangan bagi orang pendatang mendirikan tempat ibadah. 

Sebab pasca tidak ada lagi orang tuanya dan dirinya sempat berangkat ke Padang, banyak simpang siur kejadian di Mushola.

"Mushola Bundo Kandung ini dibangun bertingkat dengan konstruksi kayu. Lantai atas buat mushola dan lantai bawah buat tempat tinggal," tutur Darwin yang juga sebagai pengasuh TPA Annurun 484.

Pantauan, kondisi rumah terbakar tinggal puing-puing dan barang yang terbakar tinggal sisanya saja. Tampak pemilik rumah melihat dan mengais bagian lantai rumah kalau ada ditemukan barang berharga. Dari lokasi kebakaran tidak ada garis larangan yang dipasang oleh pihak kepolisian 

Eka pemilik rumah yang baru dibangun menceritakan peristiwa kejadian, api berawal dari bawah rumah yang tempat dirinya menitipkan perabotan rumah tangganya, karena rumahnya belum selesai dibangun. 

"Seluruh barang saya habis terbakar, karena seluruh perabotan saya titipkan di rumah terbakar yang di depan rumah saya ini," ucap Eka mengapa belum dipindahkan karena bangunan rumah belum selesai dipasang  keramik. 

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved