Berita Kilang Pertamina Plaju

Produksi B40 di Kilang Plaju, Komitmen Pertamina Jalankan Dual Growth Strategy

PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen dalam mengakselerasi transformasi energi nasional melalui penerapan Dual Growth Strategy.

Editor: Odi Aria
Dok. Pertamina
Produksi B40 di Kilang Plaju, Komitmen Pertamina Jalankan Dual Growth Strategy 

SRIPOKU.COM- PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen dalam mengakselerasi transformasi energi nasional melalui penerapan Dual Growth Strategy. Strategi ini bertujuan untuk menjawab berbagai tantangan di sektor energi sekaligus mendukung pencapaian target perusahaan, terutama dalam aspek keberlanjutan dan transisi energi hijau.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masuk dalam daftar Fortune 500 Global, upaya akselerasi aktivitas bisnis yang berkelanjutan terus menjadi perhatian manajemen. Mitigasi risiko menjadi salah satu aspek yang tak terlewatkan.

Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin menyebut, salah satu risiko yang perlu diantisipasi oleh Pertamina ialah potensi penyusutan crude oil production.

Hal itu ia sampaikan dalam kesempatan Board Greetings with Gen Z di Gedung Aneka Komperta Plaju, Kamis (16/1/2025) yang dihadiri lebih dari seratus pekerja muda subholding dan anak perusahaan Pertamina Group di Kota Palembang.

Untuk itulah, kata Siddik, Pertamina menjalankan dual growth strategy. Di satu sisi, Pertamina mengoptimalkan dan memaksimalkan legacy business (bisnis yang diwariskan) seperti. Di saat yang sama, Pertamina juga terus bergerak merambah bisnis low carbon. Hal ini demi menjawab tantangan di masa depan, dimana dunia semakin terkonsentrasi pada isu-isu keberlanjutan seperti Green Energy dan ESG.

Produksi Biosolar B40 yang baru-baru ini dilakukan lifting perdana, merupakan contoh keberanian pekerja Kilang Pertamina Plaju dalam menyambut tantangan.

Keseimbangan untuk Kesinambungan

Namun, menjaga keseimbangan antara bisnis warisan (legacy business) dan bisnis rendah karbon bukanlah hal yang mudah. Dual Growth Strategy yang dimainkan Pertamina menunjukkan bahwa transisi energi tidak boleh meniadakan kesinambungan energi

Siddik menyebut, fleksibilitas operasional kilang juga menjadi fokus untuk mampu mengolah berbagai low carbon product.

“Kita harus meningkatkan produksi dalam negeri dan merambah bisnis baru. B40 salah satu usaha mengurangi dependensi terhadap crude, karena 40 persen datang dari CPO. Hulu energi someday tidak eksis lagi, kita masih ada CPO, kita masih ada biomassa,” ujarnya.

Untuk memastikan keberhasilan strategi ini, ia menggarisbawahi pentingnya kapasitas dan kapabilitas pekerja, sinergi dan kolaborasi antar lini bisnis, serta dukungan penuh stakeholder untuk memastikan transisi berjalan mulus tanpa disrupsi.

Dual Growth Strategy tidak hanya menjadi strategi, tetapi juga wujud nyata dari tekad Pertamina untuk menjaga kesinambungan energi sekaligus menjawab tantangan global dalam mencapai NZE di masa depan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved