Berita Palembang

WCC Palembang Ungkap Penyebab Kekerasan Terhadap Perempuan Masih Terjadi

Kekerasan terhadap perempuan di Sumatera Selatan (Sumsel), masih banyak terjadi.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
ilustrasi
ilustrasi : Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kekerasan terhadap perempuan di Sumatera Selatan (Sumsel), masih banyak terjadi.

Menurut Direktur Women Crisis Center (WCC) Palembang Yesi Ariani, memang benar adanya kekerasan terhadap perempuan ini seperti fenomena gunung es, terlihat sedikit dan tidak terlihat lebih banyak.

"Tentu ini sangat memprihatinkan, bahkan setiap tahun terjadi peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan," kata Yesi saat dikonfirmasi, Selasa (10/12/2024).

Menurutnya, pada tahun 2022 WCC Palembang menangani 112 kasus kekerasan terhadap perempuan dan pada 2023 ada 114 kasus kekerasan terhadap perempuan.

"Kalau kasus yang didampingi oleh WCC Palembang adalah kasus KDRT dan disebabkan karena faktor ekonomi, perselingkuhan dan narkoba. Ada juga kasus kekerasan seksual," katanya.

Menurutnya, bentuk pendampingan yang dilakukan oleh WCC Palembang adalah memberikan layanan konseling, pendampingan hukum dan layanan secra psikologis untuk korban kekerasan terhadap perempuan.

"Kekerasan terhadap perempuan terus terjadi dan bertambah banyak karena penegakan hukum belum maksimal untuk pelaku, sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi pelaku," ungkapnya.

Untuk itu Yesi mengimbau kepada para perempuan harus berdaya artinya perempuan yang bisa mengidentifikasikan potensi diri, mengaktualisasikan diri dan bisa bermanfaat untuk masyarakat. 

"Perempuan berdaya menciptakan kesetaraan gender. Perempuan harus berdaya secara ekonomi agar tidak ketergantungan ekonomi dengan suami, khususnya terkait KDRT," katanya.

Menurutnya, perempuan harus paham apa itu kekerasan, terkadang kekerasan dianggap kasih sayang oleh pacarnya khususnya kasus KDRT. 

"Ancaman kekerasan bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan pada siapa saja. Kekerasan terjadi tidak memandang RAS, suku, agama maupun budaya tidak juga memandang usia, kaya ataupun miskin," katanya.
 

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved