Berita Lahat

Ulah Angkutan Batubara, Kendaraan Terjebak Macet Tadi Malam hingga Siang Ini di Lahat

Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Merapi Area, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel), kembali mengalami kemacetan. 

Tayang:
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Edhi Amin
Kemacetan panjang kembali terjadi di jalan lintas sumatera tepatnya di Desa Merapi Area, Kabupaten Lahat, Rabu (6/11/2024). 

Laporan Wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Merapi Area, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel), kembali mengalami kemacetan. 

Kendaraan terjebak macet sejak tadi malam, hingga siang ini terpantau kendaraan masih padat. 

Kondisi ini disebabkan oleh adanya angkutan batubara yang masih melintas di Jalinsum mengalami mogok. 

Sehingga angkutan batubara tersebut menganggu lalu lintas, karena menghalangi jalan sehingga kendaraan kesulitan melintas. 

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan mulai mengular dari Desa Kebur hingga Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Lahat.

Imam, warga Lahat sekaligus salah satu pengendara yang terjebak macet saat itu mengatakan, kemacetan terpantau sejak dari Desa Muara Maung Kecamatan Merapi Barat, hinga ke Desa Banjarsari Kecamatan Merapi Timur, setidaknya melewati lima desa.

Kemacetan rupanya disebabkan karena adanya angkutan batubara yang mogok di jalan.

"Yang seperti ini selalu terulang, mungkin bagi sopir atau pemilik usaha batubara itu biasa, tapi itu merugikan banyak orang. Seharusnya pihak perusahaan bisa tanggap, cepat mengatasinya, karena kejadiannya sudah sejak malam hari," kata Imam, Kamis (7/11/2024).

Imam menegaskan, persoalan angkutan batubara yang masih melintas di Jalinsum ini, harus bisa diperjuangkan khususnya anggota DPRD Lahat Dapil Merapi Area yang sudah dipilih warga Merapi Area.

Karena angkutan yang melintas di Jalinsum ini, sangat berdampak kepada warga. Mulai dari ketertiban, kesehatan hingga keselamatan warga Merapi Area.

"Ini fungsi anggota DPRD perwakilan Merapi Area. Memperjuangkan apa yang jadi permintaan warga, salah satunya soal angkutan batubara yang masih melintas di Jalinsum ini. Jangan diam saja lihat kondisi ini," tegas Imam.

Sementara, Toni, warga Kecamatan Merapi Timur menyebut, persoalan angkutan batubara yang melintas di Jalinsum tak akan bisa selesai oleh anggota DPRD Lahat.

Hal itu terbukti ketika DPRD Lahat periode 2019-2024, walupun sudah membentuk panitia khusus menangani persoalan angkutan, nyatanya tak juga bisa terselesaikan.

"Jangan terlalu berharap dengan anggota DPRD, mereka lebih tertarik dengan aspirasi pembangunan daripada aspirasi keluhan terkait angkutan batubara ini," ujar Toni. 

Sementara menurut informasi yang berhasil dihimpun kemacetan terjadi diakibatkan adanya kendaraan angkutan batubara.

"Ada kendaraan angkutan batubara yang rusak dan berada di badan halan sehingga kendaraan hanya satu arah. Saat ini berangsur jalan tapi pelan, " Terang Kapolsek Merapi Barat AKP Irsan, melalui anggota Polsek Merapi Barat, Aipda Ghulam

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved