Berita Banyuasin Bangkit

Pesan Pj Bupati Banyuasin ke 79 Peserta Magang dan Studi Independen Bersertifikat

Pj Bupati Banyuasin Muhammad Farid, S. STP., M. Si menerima peserta magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB)

Penulis: Ardiansyah | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Ardiansyah
Pj Bupati Banyuasin Muhammad Farid, S. STP., M. Si menerima peserta magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang bekerjasa sama dengan Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Pusat Pendidikan SMK Pertanian Pembangunan Negeri Sembawa 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Pj Bupati Banyuasin Muhammad Farid, S. STP., M. Si menerima peserta magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang bekerjasa sama dengan Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Pusat Pendidikan SMK Pertanian Pembangunan Negeri Sembawa

Sebanyak 79 Peserta akan melakukan magang di Kecamatan Tanjung Lago dan Kecamatan Muara Telang. 

Pj. Bupati Banyuasin, Muhammad Farid, S. STP., M. Si dalam sambutannya berpesan agar peserta dapat menjaga sikap dan ramah tamah kepada masyarakat sekitar.

Terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementeria Pertanian telah memilih Banyuasin sebagai tempat belajar mengembangkan potensi pertanian mengingat Banyuasin merupakan nomor 4 (empat) terbesar di Indonesia dan nomor 1 (satu) di Sumsel penghasil dan penyumbang beras terbesar.

“Saya sebagai Pj. Bupati Banyuasin bangga Kabupaten Banyuasin ditunjuk sebagai pusat percontohan pengembangan peningkatan produktifitas padi di lahan rawa (pertanian modern). Semoga dengan banyak anak-anak muda yang berminat dalam pertanian bisa menjadikan dunia pertanian lebih modern. Petani harus modern, kita bangun semangat ini agar nanti petani di Banyuasin jadi maju dan termanajemen dengan baik, ” tutup Farid.

Pj. Pertanian Modern Sumatera Selatan, Yudi Astoni, S TP., M. SSC yang mengucapkan terima kasih sudah meminjamkan aula kantor camat dalam penyambutan ini.

 Ada 79 orang terbagi di Kecamatan Tanjung Lago dan Muara Telang dari 9 Provinsi yang mengikuti proses studi ini.

Program Ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar kampus dan Kabupaten Banyuasin ditentukan pusat menjadi pusat percontohan pengembangan peningkatan produktifitas padi di lahan rawa (pertanian modern).

Turut hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banyuasin, Sarip, SP., MM dan forkopincam Tanjung Lago.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved