Napi Lapas Kelas 1 Mata Merah Palembang Tewas, Kapolrestabes Palembang Tegaskan Korban Dibunuh

Petugas kepolisian menyebutkan kematian napi lapas kelas 1 Mata Merah Palembang itu positif kasus pembunuhan. 

Tayang:
Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM / Andi Wijaya
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono menyebutkan kematian napi lapas kelas 1 Mata Merah Palembang itu positif kasus pembunuhan.  

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bergulirnya kasus tewasnya Sumaryanto alias Bondol (33), hingga kini mulai menemukan titik terang.

Dimana petugas kepolisian menyebutkan kematian napi lapas kelas 1 Mata Merah Palembang itu positif kasus pembunuhan

Ketika di konfirmasi Sripoku.com, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono mengatakan, hingga kini kasus tersebut telah naik proses penyidikan.

"Ya status kasus ini sudah naik penyidikan, dimana ditangani oleh penyidik Polrestabes Palembang, " tegas Harryo ketika dihubungi melalui ponsel selularnya, Jumat (19/7/2024), malam. 

Hingga kini, lanjut Harryo, anggota Satreskrim Polrestabes, Palembang unit Pidum (pidana umum) telah melakukan pemeriksaan terhadap 5 tahanan yang satu kamar dengan Bondol,  Kamis (18/7/2024), kemarin. 

Baca juga: Satu Tahanan Lapas Mata Merah Palembang Tewas di Penjara, Polisi Periksa 5 Napi Rekan Sekamar Korban

"Kemarin yang melakukan pemeriksan hingga pukul 20.00 WIB, dan setelah selesai dilakukan pemeriksaan, kelimanya sudah kita kembalikan ke lapas," ungkapnya

Ketika ditanya untuk nama-nama yang diperiksa siapa saja, Harryo enggan menyebutkan lebih detail.

"Nanti tunggu kita gelar perkara di Polrestabes, Palembang," tegasnya kembali.

Harryo juga mengatakan, diketahui Bondol diketahui meninggal dunia sekitar pukul 06.00 oleh petugas lapas.

Warga Kabupaten Musi Rawas, Sumsel tersebut ditemukan tewas tergeletak di kamar mandi. 

"Alm ini ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 06.00, Kamis (18/7/2024), kemarin. Setelah itu, langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik,' katanya.

Ada Bekas Jeratan

Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan, menemukan bekas jeratan di leher dan kaki Sumaryanto (33).

Sumaryanto merupakan tahanan Lapas Klas I Palembang yang ditemukan tewas di kamar, Kamis (18/7/2024).

Dokter Indra Nasution mengatakan, Sumaryanto belum lama tewas saat ditemukan oleh petugas lapas.

"Perkiraan masih baru, mungkin di bawah 6 jam ," singkat Indra usai melakukan pemeriksaan luar.

Indra mengaku terdapat jeratan di leher dan kaki yang menyebabkan Sumaryanto tewas.

Hanya saja pihaknya belum bisa memastikan apakah penghuni lapas itu tewas bunuh diri atau bukan.

"Indikasi bunuh diri tidak tahu karena belum di dalami," katanya.

Sehingga pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian yang dialami oleh Sumaryanto.

"Saya belum bisa pastikan. Jadi tanda-tanda bunuh diri ada tapi tanda lain juga bisa," katanya.

Kalapas Klas I Palembang Merah Mata, Veri Johannes mengatakan, penemuan jasad tahanan itu bermula dari laporan petugas tamping kebersihan yang melaporkan hal tersebut ke petugas blok hunian.

Posisi jasad sudah tergeletak di lantai kamar.

"Kami mendapat laporan sekitar pukul 07:20 dari satuan pengamanan. Penghuni tersebut ditemukan tergeletak di kamar mandi hunian sudah tidak bernyawa ketika akan dilakukan pembukaan kamar," ujar Veri.

Setelah memastikan kondisi jasad penghuni kamar pihaknya langsung menghubungi Polsek Sako untuk mengevakuasi jenazah.

"Setelah memeriksa jenazah kami mengamankan kamar hunian tersebut kemudian memanggil pihak kepolisian, " katanya.

Ketika ditanya soal indikasi penyebab kematian Sumaryanto, ia mengatakan hal tersebut belum bisa disimpulkan. Sehingga penyebab kematiannya masih janggal.

"Setelah kami lihat secara fisik kami merasa bahwa ini perlu pemeriksaan oleh pihak kepolisian untuk hasilnya belum tahu seperti apa," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved