Berita Sriwijaya FC

Profil Kaka Nur-Rifaldi Bawuo, Sriwijaya FC Siapkan Pengganti Dua Bomber Asing Hadapi PSMS

Berikut profil dua pemain senior Sriwijaya FC disiapkan opsi pengganti dua bomber asingnya yang akan menghadapi PSMS Medan

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz
MO SRIWIJAYA FC
Penyerang Sriwijaya FC Rifaldi Bawuo (kanan) latihan bareng di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berikut profil dua pemain senior Sriwijaya FC disiapkan opsi pengganti dua bomber asingnya yang akan menghadapi PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (17/12/2023) pukul 15.00.

Pasalnya striker asing Asia andalannya CG7 Chencho Gyelsthen yang masih tercatat sebagai kapten Timnas Bhutan ini pulang ke negara asalnya Bhutan, Senin (11/12/2023) malam untuk memenuhi panggilan rajanya di tanggal yang sama dengan laga Sriwijaya FC vs PSMS Medan

"Chencho kemarin ngasih tahu ke saya, dia mungkin tidak bisa  main di match terakhir Sriwijaya FC karena dia harus kembali ke Bhutan di tanggal yang sama 17 Desember 2023 itu negaranya mengadakan perayaan," ungkap Head Coach Hendri Susilo melalui Asisten Pelatihnya Oktavianus.

Gelandang Serang Muhammad Nur Iskandar yang akan menggantikan Sriwijaya FC posisi striker Chencho Gyeltshen.
Gelandang Serang Muhammad Nur Iskandar yang akan menggantikan Sriwijaya FC posisi striker Chencho Gyeltshen. (MO SRIWIJAYA FC)

Baca juga: Sriwijaya FC Terima Kabar Buruk dari PSSI, Manajemen Ngaku Sangat Kecewa

 

Okta menjelaskan informasi yang diperolehnya, jika Chencho harus hadir karena dia akan diberikan penghargaan (Award) oleh rajanya di sana. Jadi semua warga negara Bhutan yang berpengaruh terhadap negaranya dipanggil.

Begitu juga penyerang asing Yevhen 'Baha' Bokhashvili asal Ukraini juga dipastikan absen pada laga penentuan Sriwijaya FC untuk bisa merebut tiket lolos ke fase 12 besar nanti, lantaran dihadiahi kartu merah oleh wasit Choirudin saat mengalahkan PSPS Riau di Pekanbaru dengan skor 0-1, Kamis (30/11/2023) malam.  

"Tanpa Chencho gak ada masalah. Dalam artian kita siapkan lagi beberapa opsi. Tadi Rifaldi Bawuo saya tarok di striker berpasangan dengan Muhammad Nur Iskandar," kata Oktavianus.

 

Mantan gelandang Sriwijaya FC 2007-2010 ini mengaku banyak strategi yang bisa diterapkan Sriwijaya FC untuk membungkam Ayam Kinantan PSMS Medan asuhannya Miftahudin Mukson nanti. Tinggal lagi semua tergantung motivasi anak-anak saat bermain terakhir. 

"Siapapun yang tampil ketika mereka punya keinginan, kemauan dan fighting spirit yang bagus, Insya Allah 3 poin bisa kita raih.  Menurut saya gak ada pengaruh," kata pria kelahiran Padang (Sumbar) 10 Oktober 1981.

 

Muhammad Nur Iskandar yang akrab disapa Kaka Nur sudah memasuki 4 musim bersama tim berjuluk Elang Andalas ini.

Sang kapten tim selama ini dijuluki sang jenderal lapangan tengah dan dikenal sangat produktif. Nur yang telah berusia 37 tahun dan mengantongi lisensi B kepelatihan kini diharapkan masih mumpuni menggantikan posisi penyerang Yevhen 'Baha' Bhokhasvili yang akan berduet dengan winger Rifaldi Bawuo. 

Muhammad Nur Iskandar dikenal juga merupakan pesepakbola senior kelahiran Jayapura, Papua, 7 Desember 1986 yang lama bermain menjadi playmaker dan juga kapten tim di Semen Padang FC.

Saat menjadi kapten tim Sriwijaya FC 2021-2022 lalu Nur yang juga memelihara jenggot dan akrab disapa Kaka Nur serta sosok pendiam ini mengenakan jersey nomor punggung 17.

Pemilik tinggi 1,69 m dikenal pernah menjadi pemain Timnas Indonesia, dan sempat menjadi punggawa Sriwijaya FC 2017.

Selain bermain di klub Semen Padang, Karier junior Muhammad Nur Iskandar 2004 - 2006 Persipura Jayapura, 2006 - 2008 PON Papua.

Karier seniornya 2009 - 2010 Persias Asmat, 2010 - 2011Persitara, 2011 (7 bulan) Batavia Union, 2011 - 2012 Persibo Bojonegoro, 2012 - 2016 Semen Padang, 2015 Persija (pinjaman), 2017 Sriwijaya FC, Tim nasional 2012. 2021-2023 Sriwijaya FC.

Penyerang Sriwijaya FC Rifaldi Bawuo dan Gelandang Serang Muhammad Nur Iskandar yang disiapkan menggantikan dua bomber asing Chencho Gyeltshen dan Yevhen 'Baha'Bokhashvili.
Penyerang Sriwijaya FC Rifaldi Bawuo dan Gelandang Serang Muhammad Nur Iskandar yang disiapkan menggantikan dua bomber asing Chencho Gyeltshen dan Yevhen 'Baha'Bokhashvili. (MO SRIWIJAYA FC)

Baca juga: Striker Sriwijaya FC Chencho Sedih Hadapi Dilema, Agen Pastikan Perpanjang Kontrak Aman

 

Sementara Winger Sriwijaya FC Rivaldi Bawuo diharapkan juga menjadi pendobrak mengancam pertahanan tim PSMS Medan nanti. 

Mantan winger Madura United ini bakal menggantikan posisi penyerang Yevhen 'Baha' Bokhashvili. Seperti di pertandingan sebelumnya, Rifaldi kerap melakukan serangan dari sisi sentral baik lewat tendangannya maupun sundulan kepala kerap merepotkan barisan belakang lawan.

Pemain mengenakan jersey nomor punggung 11 diharapkan juga bisa memanfaatkan umpan-umpan apik dari punggawa Laskar Wong Kito seperti Tomi Darmawan, Fransiskus Alessandro.

Sejak awal pelatih Sriwijaya FC saat itu Muhammad Yusup Prasetiyo alias Coach Yoyo memuji penampilan Rifaldi Bawuo yang juga kerap mengisi posisi striker asal Gorontalo ini.

"Kalau Rivaldi Bawuo secara individu, dia bagus," ungkap Coach Yoyo.

Begitu juga Direktur Teknik Sriwijaya FC Indrayadi SE mengakui untuk tim intinya klub berjuluk Elang Andalas ini salah satunya dengan mendatangkan Rifaldi Bawuo yang bukan pemain abal-abal.

"Pemain berkelas dia (Rivaldi Bawuo)," kata Dirtek Sriwijaya FC, Indrayadi.

Mantan pelatih kiper SFC ini berharap dengan hadirnya para pemain seperti Rifaldi Bawuo bakal menambah daya gedor Sriwijaya FC untuk bersaing selama kompetisi liga 2 2023. 

Untuk Rifaldi Bawuo sebetulnya sudah menjadi bidikan Sriwijaya FC musim lalu. Eks striker Madura United ini dinilai moncer.

Ia dikenal turut membawa tim Persis Solo promosi ke Liga 1 dan juga jadi juara Liga 2 2021. Usai membawa Persis juara, dia dipinjamkan ke PSS Sleman untuk menuntaskan musim Liga 1 2021/2022.

Namun setelah kompetisi Liga 1 musim lalu berakhir, kontrak Rifaldi di Persis juga berakhir. Namun manajemen memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak pemain kelahiran Gorontalo tersebut.

Rifaldi pun bergabung ke Madura United untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2022/2023. Rivaldy sebelumnya pernah berseragam Madura United pada musim 2020.

Selain Madura United dan Persis, pemain kelahiran Gorontalo 13 Agustus 1993 tersebut juga sempat berseragam Persigo Gorontalo, Kalteng Putra, Arema FC, Persebaya Surabaya, dan PSS Sleman.

Sempat menjadi bagian dari Persebaya Surabaya di Piala Menpora yang lalu, setelah hijrah ke Persis Solo, Rifaldi Bawuo balik lagi ke Madura United.

Pemain yang memiliki tinggi 172 cm pernah menjadi topskor Liga 2 2017 bersama Kalteng Putra dengan koleksi 17 gol.

Rifaldi Bawuo mengawali karier profesionalnya sebagai pemain sepak bola bersama klub asal tanah kelahirannya Persigo Gorontalo.

Ia bermain untuk Persigo Gorontalo sejak musim 2014 hingga 2017. Lalu pada musim 2017 ia bermain untuk Kalteng Putra yang bermain di Liga 2.

Pada musim perdananya bersama tim asal Kalimatan Tengah tersebut ia berhasil menjadi topskor kompetisi dengan torehan 17 gol.

Berkat penampilan apik dan ketajaman bersama Kalteng Putra, Arema FC merekrutnya pada musim berikutnya.

 

Baca juga: Tak Ikut Dua Laga Away, Stoper Sriwijaya FC Asal Jepang Pulang ke Bali 

Selama dua musim memperkuat Arema FC, pemain asal Gorontalo tersebut sukses menciptakan 10 gol dalam 55 penampilan.

Menjelang musim 2020, Rifaldi Bawuo pindah ke Madura United. Namun, ia belum pernah tampil sekalipun bersama Madura United, karena Liga 1 2020 dihentikan akibat pandemi.

Pada Piala Menpora yang lalu, ia sempat membela Persebaya Surabaya dengan status trial. Usai Piala Menpora Rivaldi Bawuo sempat diisukan akan bermain untuk Persik Kediri.

Namun, penyerang sayap yang juga mampu berposisi sebagai penyerang tengah tersebut memutuskan untuk pergi ke Solo dan bergabung dengan skuad Laskar Sambernyawa.

Kemampuannya sebagai pemain yang versatile akan menambah kedalaman skuad dalam menjalani padatnya kompetisi di Liga 2 2021 nanti.

Masuk dan bermain untuk Timnas Indonesia menjadi target pribadi seorang Rivaldi Bawuo sampai saat ini.

Ia selalu ingin memperkuat Timnas Indonesia, dan caranya tidak lain dengan bekerja keras melalui Arema pada saat itu.

Rivaldi Bawuo, menjadi satu dari sekian nama striker lokal yang dimiliki Arema FC. Baru berusia 25 tahun, pemain kelahiran Gorontalo itu masih menyimpan cita-cita tinggi bersama Arema FC.

Ia sangat bercita-cita membawa Arema FC Go to Asia, selain bisa menembus skuat Timnas Indonesia

 

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved