Harga Lengkuas
Pasca Kemarau, Harga Lengkuas di Banyuasin Sumsel Turun Drastis
Paing bersyukur, meski terjadinya kemarau dan banyak batang lengkuas yang mati, ia masih tetap bisa panen.
SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Kemarau panjang yang terjadi beberapa waktu lalu membuat tanaman laos atau lengkuas di Desa Merah Mata, tepatnya di Kampung Laos, Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin, mati.
Hal ini diungkapkan Paing, orang yang pertama kali menanam laos atau lengkuas, Kamis (16/11/2023).
Menurut Paing, ada baiknya ketika kemarau terjadi.
Ketika kemarau terjadi, harga lengkuas akan mengalami kenaikan yang cukup drastis.
"Kalau kemarin saat kemarau harga laos sampai harganya Rp 12 ribu per kilogram."
"Sekarang mulai turun dan harganya Rp 8.000 per kilogram."
"Cukup drastis turunnya," ujarnya.
Dampak dari kemarau panjang yang terjadi beberapa waktu lalu, menurutnya, membuat banyak pohon lengkuas yang mati.
Sehingga, harus kembali direkondisi lagi agar kembali bisa ditanami lengkuas.
Paing bersyukur, meski terjadinya kemarau dan banyak batang lengkuas yang mati, ia masih tetap bisa panen.
Memang, hasil dari panen yang diperoleh tidak sebanyak dari musim hujan.
"Kalau mulai hujan ini, hasil sekali panen itu 10 ton per hektare."
"Hasil dari panen, biasanya dijual ke pasar induk atau dikirim ke Bangka," katanya.
Paing mengungkapkan, ia sangat bersyukur dengan tanaman lengkuas yang sekarang menjadi mata pencahariannya.
Berawal dari mimpi untuk menanam lengkuas, sekarang semua warga di tempatnya menanam laos.
Sehingga sekarang, kampung Paing disebut sebagai kampung Laos.(Ardi Diansyah)
===
Simak berita Sripoku.com lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Paing-menunjukkan-kebun-lengkuas-atau-Laos-yang-kembali-subur-pasca-kemarau-Kamis-16112023.jpg)