Berita Palembang
Cerita Andi Asmara, Modal Yakin Berhasil Rintis Usaha Batubara Sejak 15 Tahun Lalu
Pengusaha batubara Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus pendiri Andamas Group, Andi Asmara berbagai cerita tentang merintis usaha batubara
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengusaha batubara Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus pendiri Andamas Group, Andi Asmara berbagai cerita tentang merintis usaha batubara, saat diundang BEM Universitas Sriwijaya (Unsri).
Sebagai Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Sumsel ia juga membicarakan tentang polemik jalan angkut khusus batubara di Sumsel.
Bahkan perusahaannya siap membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan mengenai angkutan tambang yang melintas di jalan sipil, khususnya wilayah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat, Sumsel.
Pasalnya belum adanya jalan khusus dan masih menggunakan jalan umum, angkutan tambang menyebabkan kemacetan.
"Ke depannya di bawah Andamas Group yaitu PT. Long Daliq Primacoal akan mengoperasionalkan angkutan kertas, target operasi akan diuji cobakan tahun ini," kata Andi Asmara, Kamis (3/8/2023)
Menurutnya, hal ini dapat menjadi solusi dan alternatif yang sangat memberikan dampak positif terkait pengurangan jumlah angkutan batubara yang melintasi jalan umum.
Andi yang juga Bacaleg Partai Perindo dari Dapil Sumsel 1 ini bercerita mengenai perjuangannya waktu pertama kali membuka bisnis batubara, sekitar 15 tahun lalu.
Saat itu, orang-orang belum melirik bisnis batubara. Perusahaan besar yang mengekplorasi dan mengesploitasi batubara di Sumsel hanya PT Bukit Asam TBk. Padahal potensi batubara tersebar luas di Lahat dan Muara Enim.
"Saya memulai bisnis ini hanya berangkat dari keyakinan, karena sangat minim mengenal informasi maupun pengetahuan tentang tambang batubara. Bahkan boleh dikatakan tidak masuk akal, dan banyak orang yang tidak percaya saya akan berhasil," kata Andi Asmara.
Namun demikian, berkat semangat, tekad, usaha yang keras, pantang menyerah, serta belajar terus menerus, kini usaha tambang batubara swasta pertama di Sumsel itu mulai menikmati hasilnya.
"Setelah satu tahun produksi di tahun 2008, di tahun 2009 bersama mitra waktu itu menggagas untuk membangun jalan khusus hauling batubara bersama PT Servo yang akhirnya menjada nama jalan Servo Lintas Raya. Sekarang jalan tersebut bisa dilalui dan dinikmati oleh semua perusahaan tambang batubara di Kabupaten Lahat dan Muara Enim," katanya.
Menurut Ketua DPP Perindo Bidang ESDM ini, produksi batu bara di Sumsel saat ini mencapai kurang lebih 50 juta ton per tahun. Dirinya sekarang mendorong pendistribusian untuk diangkut melalui jalur baru moda transportasi kereta api.
"Saat ini sedang dalam pengerjaan akhir. Nantinya dapat menambah 10 sampai 15 gerbong ganseng atau mencapai 45.000 mt per hari," katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Andi-Asmara.jpg)