Kantor DPRD OKU Digembok
Anggota DPRD Mendadak Gembok Kantor dan Balikan Kursi Pimpinan ke Pemkab OKU, Ada Apa ?
Sejumlah anggota DPRD OKU mengembalikan kursi pimpinan dewan dan PJ Bupati yang biasa ditempati saat sidang Paripurna ke Pemkab OKU
Penulis: Leni Juwita | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, BATURAJA - Sejumlah anggota DPRD OKU mengembalikan kursi pimpinan dewan dan PJ Bupati yang biasa ditempati saat sidang Paripurna ke Pemkab OKU, Selasa (4/7/2023).
Selain itu, anggota dewan juga menutup kantor DPRD. Imbasnya ratusan staf dan pegawai lainnya tidak bisa kerja.
Publik pun bertanya-tanya ada masalah apa yang sedang dihadapi DPRD OKU dan Pemkab OKU.
Sehingga anggota DPRD OKU berbuat demikian.
Menurut informasi, pengembalian mobiler dan barang-barang DPRD OKU itu dilakukan sekra pukul 17.30 WIB, daftar barang yang diantar ke kantor Pemkab OKU itu melliputi meja 2 buah, kursi kursi unsur pimpinan dewan dan kursi yang biasa ditempati Pj Bupati saat rapat parpurna 4 buah, kursi yang biasa dipersiapkan untuk OPD sebanyak 52 buah, foto Pj Bupati 1 buah dan papan nama 3 buah.
Baca juga: Kantor DPRD OKU Ditutup, Ratusan Pegawai tak Bisa Kerja, Pamdal : Kami Disuruh Anggota Dewan
Namun pagi Selasa pagi papan nama dan foto PJ bupati diambil kembali oleh anggota Pamdal DPRD OKU bernama Yangga.
”Yang ngambilnya namnyoa Yangga, katanya disuruh Rustam Alfani SE MM Kepala Bagian Umum dan Keuangan DPRD OKU,” terang salah seorang anggota Sat Pol PP .
Terpisah tokoh masyarakat Ogan Komering Ulu yang juga mantan Ketua DPRD OKU H Alikahn Ibrahim mengaku prihatin dengan aksi pengembalian barang DPRD OKU dan penutupan pintu gebrang masuk dan keluar gedung DPRD OKU.
“Sebaiknya anggota dewan menunjukan sikap negarawan, memberikan contoh yang baik kepada masyaaekat,” kata Alikhan.
Cara-cara seperti yang ditunjukan oleh oknum anggota dewan ini menurut Alikhan tidak akan menyelesaikan masalah.
Sebaiknya apabila ada masalah harus diselesaikan secara baik-baik dan dan dicarikan solusi terbaik.
Sementara itu tokoh pemuda Yosi Robert yang datang ke gedung DPRD OKU mengaku kecewa dengan sikap yang kurang elok yditunjukan oknum anggota dewan yang menutup pintu gerbang menuju gedung DPRD OKU.
“Ini kan gedung rakyat, bukan milik pribadi, tadi banyak masyarakat yang datang ke sini tapi tidak bisa masuk,” kata Robert.
Robert mengatakan, selaku wakil rakyat tugasnya adalah melayani rakyat yang ingin menyampaikan aspirasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/DPRD-OKU-tutup-kantor.jpg)