Harga Jagung

Update Harga Jagung Hibrida Hari Ini, Rabu 14 Juni 2023 di Musi Rawas, Masih Rp 7.000 per Kilogram

Updata harga jagung hibrida atau jagung pakan ternak di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hari ini, Rabu (14/6/2023.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/eko mustiawan
Harga jagung hibrida atau jagung pakan ternak hari ini, Rabu (14/6/2023) di Kabupaten Musi Rawas masih bertahan di  harga Rp 7.000 per kilogramnya. 

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS - Updata harga jagung hibrida atau jagung pakan ternak di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hari ini, Rabu (14/6/2023.

Harga jagung hibrida di Kabupaten Musi Rawas, hari ini khususnya di Kecamatan Muara Beliti, masih bertahan di harga Rp 7.000 per kilogramnya.

Harga itu, tentu cukup tinggi dibanding panen-panen sebelumnya yang hanya berkisar antara Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kilogramnya, untuk ditingkat petani.

Disampaikan, Jailani salah seorang petani jagung di Desa Muara Beliti Baru Kecamatan Muara Beliti mengatakan, harga jagung hibrida di tingkat petani, saat ini berada di harga terbaiknya.

"Tinggi sekarang, sudah capai Rp 7.000 per kilogramnya. Itu di tingkat petani," kata Jailani saat diwawancarai Sripoku.com, Rabu (14/6/2023) disela kesibukannya menjemur jagung hasil panennya.

Menurut Jailani, harga itu cukup tinggi dibanding harga di panen sebelum-sebelumnya yang hanya berkisar antaranya antara Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kilogramnya.

"Ini harga terbaiknya, karena sebelumnya murah hanya Rp4.000 sampai Rp5.000 per kilogramnya saja," kata Jailani.

Dikatakan Jailani, kenaikan harga jagung hibrida sudah terjadi sejak seminggu yang lalu. Namun, Jailani mengaku tak mengetahui secara pasti penyebab naiknya harga jagung tersebut.

"Tidak tahu naiknya karena apa. Tapi yang pasti, dengan harga jagung saat ini membuat petani khususnya saya senang dan bersemangat," ungkapnya.

Kemudian disinggung mengenai penjualan hasil panen, Jailani mengaku, tak mengalami kesulitan. Sebab, biasanya disaat petani mulai panen, para para pembeli akan datang langsung ke petani.

"Tengkulak itu tahu kapan waktu panen petani. Jadi nanti mereka datang kesini langsung untuk membelinya. Pembelinya itu ada yang dari Musi Rawas dan ada juga yang dari Lubuklinggau," pungkasnya. (Eko Mustiawan/CR41)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved