Harga Ayam di Sumsel Naik

Breaking News : Harga Ayam di Sumsel Tembus Rp 34.000 Per Kilo, Stok Melimpah tapi Tiap Hari Naik

Jelang hari raya Idul Fitri, harga daging ayam di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumsel, mengalami kenaikan.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COm / Eko Mustiawan
Harga daging ayam di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura) Sumsel, mengalami kenaikan. Hari ini daging ayam mencapai Rp34.000 per kilogramnya, yang sebelumnya hanya Rp30.000 per kilogramnya. 

 SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS -- Jelang hari raya Idul Fitri, harga daging ayam di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumsel, mengalami kenaikan. Hari ini, daging ayam tembus hingga Rp34.000 per kilogramnya.

Kenaikan harga daging ayam terjadi sejak beberapa hari terakhir. Padahal harga sebelumnya masih berkisar antara Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogramnya.

Menurut pedagang, harga daging ayam diperkirakan akan terus mengalami kenaikan, hingga menjalang atau H-2 hingga H-1 Idul Fitri mendatang.

Disampaikan Iwan salah seorang pedagang daging ayam di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo mengatakan, harga tertinggi daging ayam hari ini mencapai Rp34.000 per kilogramnya.

"Harga tertinggi hari ini Rp34.000 per kilogramnya," kata Iwan saat diwawancarai Sripoku.com, Selasa (18/4/2023) di lapak dagangannya.

Menurut Iwan, harga itu naik dibanding sebelumnya yang hanya Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogramnya. Harga itupun masih diperkirakan naik saat menjelang lebaran nanti.

"Naiknya rutin setiap hari, kemarin naik Rp1.000 hari ini naik Rp1.000 per kilogramnya. Biasanya akan naik lagi sampai H-1 lebaran," jelasnya.

Iwan mengaku, tak mengetahui secara pasti penyebab naiknya harga daging ayam di pasaran. Padahal, untuk stok masih cukup banyak dan permintaan atau pembeli juga belum terjadi peningkatan.

"Tidak tahu naiknya karena apa, stok masih banyak dan pembeli juga belum naik atau masih stabil," ungkapnya.

Ditambahkan Iwan, pedagang hanya mengikuti harga di pabrik yang ada di Kota Lubuklinggau. Dimana saat ini, harga di pabrik mengalami kenaikan. 

"Kami pedagang hanya mengikuti harga di pabrik. Saat ini, harga daging ayam di pabrik naik, jadi kami juga ikut naik," ungkapnya.

Sementara itu, Yani yang juga pedagang daging yang sama mengaku harga daging ayam mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp32.000 menjadi Rp34.000 per kilogramnya.

"Sama, naik juga. Kami mengikuti harga dari bos, kalau di bos naik, kami juga ikut naik. Kalau di bos turun, kami juga turun," katanya.

Menurut Yani, untuk pembeli sendiri masih sepi. Bahkan, di tahun ini pembeli jauh menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Turun jauh pembelinya dibanding tahun kemarin. Sampai pagi ini baru terjual sekitar 50 kilogram saja," tutupnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved