Berita Religi

Perintah Allah untuk Memaafkan Orang Lain & Kisah Orang-orang Thaif, dari Ustazah Oki Setiana Dewi

Simak kisah Rasulullah menghadapi orang-orang Thaif hingga hikmah memaafkan orang lain yang disampaikan ustazah Oki Setiana Dewi.

Penulis: Novry Anggraini | Editor: Fadhila Rahma
Instagram/okisetianadewi
Ustadzah Oki Setiana Dewi menjelaskan tentang kisah Rasulullah menghadapi orang-orang Thaif hingga hikmah memaafkan orang lain, simak selengkapnya. 

SRIPOKU.COM - Berikut ceramah ustzah Oki Setiana Dewi tentang memaafkan dan berlapang dada.

Ustazah Oki Setiana Dewi mengingatkan untuk belajar dari kisah Rasulullah SAW menghadapi orang-orang Thaif.

Simak kisah Rasulullah menghadapi orang-orang Thaif hingga hikmah memaafkan orang lain.

Penjelasan ustadzah Oki Setiana Dewi tentang menahan amarah
Penjelasan ustadzah Oki Setiana Dewi tentang memaafkan orang lain.

Dalam ceramahnya ustazah Oki Setiana Dewi mengatakan, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Alquran surah An-Nur ayat.

 ۖ وَلْيَـعْفُوْا وَلْيَـصْفَحُوْا ۗ اَ لَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nur 24: Ayat 22)

Allah bukan hanya memerintahkan hambanya untuk saling memaafkan, tapi juga berlapang hati.

Minta sama Allah agar Allah mampukan kita untuk memaafkan kesalahan orang lain, kemudian agar orang itu tidak melakukan hal yang sama kepada yang lain.

Baca juga: Infakmu akan Menjadi Penolongmu di Akhirat Kelak, Simak Penjelasan Ustazah Oki Setiana Dewi

Sebagaimana Rasulullah mendoakan orang-orang Thaif yang telah memukuli Rasulullah.

Seperti dalam kisah ketika Rasulullah dipukuli oleh orang-orang Thaif dan malaikat mengatakan, "engkau berdoa saja ya Rasul, agar Allah menghancurkan mereka."

Rasulullah menolak saran dari malaikat itu dan mengatakan, "Tidak, mereka adalah orang-orang yang tidak tahu, dan aku hanya berdoa agar kelak ada diantara anak keturunan mereka yang menyembah Allah Subhanahu Wa Ta'ala."

Kemudian hikmah dibalik cerita Rasulullah yang memaafkan orang-orang Thaif itu adalah sekarang orang-orang di Thaif semuanya memeluk agama Allah.

Selalu ada kebaikan dari setiap memaafkan yang kita lakukan insya Allah.

Baca juga: Sabar dan Syukur Sebagai Penolong Ketika Ditimpa Ujian, Simak Penjelasan Ustazah Oki Setiana Dewi

Ustazah Oki Setiana Dewi mengingatkan bahkwa, kita juga punya salah, kita juga hamba Allah yang banyak dosa kepada orang lain, mari maafkan orang lain, dan minta sama Allah untuk bisa menyembuhkan dan melapangkan hati kita.

Sebagai informasi, peristiwa Thaif menjadi monumen kelembutan Rasulullah SAW dalam mewariskan dakwah yang penuh rahmat.

Peristiwa itu terjadi tiga tahun sebelum hijrah.

Rasulullah SAW melakukan perjalanan ke Thaif untuk mengajak Kabilah Tsaqif, penguasa Thaif, guna meminta pertolongan dan perlindungan.

Perjalanan ini dilakukan tidak lama setelah wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib, pelindung utama yang juga paman Rasulullah SAW.

Dapatkan berita terkait dan menarik lainnya dengan mengkllik Google News

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved