Pemukulan Anak Panti Asuhan

Viral di Medsos, Diduga Aksi Kekerasan Terjadi di Panti Asuhan di Kota Palembang, Polisi Segera Cek

Pada rekaman yang beradar tampak seorang pria yang diperkiran berusia 45 tahun melakukan pemukulan terhadap beberapa anak panti.

Penulis: Oki Pramadani | Editor: Ahmad Farozi
oki pramadani/sripoku.com
Viral di media sosial Instagram aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang pengurus panti asuhan di Kota Palembang, Sabtu (25/2/2023). Tampak polisi mendatangi lokasi panti asuhan tersebut, Sabtu (25/2/2023) malam. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Viral di media sosial instagram aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang pengurus sebuah panti asuhan di Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (25/2/2023).

Dalam keterangan video yang beredar aksi kekerasan tersebut diduga terjadi di sebuah panti asuhan di kawasan Kecamatan Ilir Timur II Palembang.

Pada rekaman yang beredar tampak seorang pria yang diperkirakan berusia 45 tahun melakukan pemukulan terhadap beberapa anak panti.

Tak hanya sekali, namun dalam postingan yang beredar pria tersebut terlihat beberapa kali memukul beberapa anak panti.

Belum diketahui penyebab pria yang diduga pengurus panti asuhan tersebut melakukan kekerasan.

Namun dalam postingan yang beredar pria tersebut memukul anak panti sambil mengoceh dan menyebut kata-kata kasar.

Pada aksi kekerasan terhadap anak lainnya, pria itu juga mengancam seorang anak bahwa dirinya tidak boleh mengadu.

"Janji ya, kamu tidak boleh nyenyes, jangan ngadu-ngadu emak," ucap pria yang belum diketahui namanya tersebut.

Tak hanya itu, pada video berikutnya pria itu kembali melakukan pemukulan terhadap penghuni panti.

Bahkan anak yang dipukul hanya diam dan pasrah, namun pria itu tak peduli dan tetap beberapa kali memukul dengan keras.

Postingan aksi kekerasan di salah satu panti asuhan di Kota Palembang tersebut diposting beberapa akun media sosial.

Sementara itu, Kanit Reskrim Ilir Timur II, Ipda Armansyah mengatakan, pihaknya akan segera mengecek ke panti asuhan yang menjadi lokasi dugaan kekerasan tersebut.

"Akan segara kami cek," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved