Opini: Apa Kabar NasDem Sumsel ?

Sebagai masyarakat sumsel, kita hanya perlu memastikan kemenangan telak bagi angin tersebut dari sumatera selatan.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Agung Kurniawan (Ketua Bandung Politics Initiative- Putra Sumsel) 

Oleh: Agung Kurniawan
(Ketua Bandung Politics Initiative- Putra Sumsel)

SRIPOKU.COM -- IKLIM politik nasional sedang memanas dengan berbagai manuver yang dilakukan oleh para praktisinya di awal tahun 2023. Mulai dari safari kebangsaan partai nasdem yang selalu dipenuhi masyarakat, manuver PPP dan PKB yang ingin menunjukkan diri sebagai partai pemain di jawa timur, HUT PDIP yang menampilkan kesiapan partai dan pidato ketua umumnya yang mengundang pembicaraan public, hingga manuver partai Golkar yang merekrut Ridwan kamil sebagai simbol pesan bahwa golkar kembali menguasai jawa barat.

Dari sekian banyak lakon politik yang dilakukan oleh para praktisi politik, yang menjadi menarik kami adalah apa yang dilakukan oleh partai nasdem bersama anies baswedan sejak habisnya masa tugas gubernur DKI Jakarta tersebut.

Bila merujuk pada survey yang dilakukan oleh poltracking di akhir desember 2022, hasil survey menunjukan bahwa elektabilitas anies sebagai capres naik signifikan dari hanya sekitar 10 persen menjadi sekitar 25 % di penghujung desember 2022.

Masih pada survey yang sama, ternyata kenaikan tingkat keterpilihan juga dialami oleh partai nasdem yang mulai masuk ke daftar papan atas partai dengan tingkat keterpilihan tinggi, bersaing dengan PDIP, Gerindra dan Golkar. Para ahli politik berpendat bahwa kenaikan elektabilitas partai nasdem merupakan dampak dari efek ekor jas sosok anies baswedan.

Mantan Gubernur DKI tersebut telah dipersepsikan masyakarat sebagai sosok yang dapat memahami permasalahan hidup masyarakat dengan tepat, mampu memberikan solusi optimal dengan cepat, memiliki visi kebangsaan masa depan dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap integritas sebagai pemegang kepercayan rakyat.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

Persepsi para ahli tersebut dibuktikan oleh anies dengan animo masyarakat yang selalu penuh di setiap daerah yang anies kunjungi dalam rangka syi’ar gerakan perubahan. Kini, wacana anies dan partai nasdem tentang gerakan perubahan telah bergulir makin besar dari hari ke hari layaknya bola salju.

Sayang seribu sayang, bola salju yang bergulir cepat di tingkat nasional tersebut tampaknya belum jadi perbahasan di tingkat elite tanah kelahiran kami, sumatera selatan. Bila melihat dari sudut pandang strategi politik tentang perebutan ‘bendera’, sumsel dengan Palembang sebagai sentra kekuasaan adalah zona merah. Maksudnya bahwa sumsel hari ini di tingkat nasional ter-identifikasi sebagai wilayah kekuasaan non-nasdem karena hanya anies baswedan yang belum mendapat kesempatan bersilaturahim dengan masyarakat sumsel secara langsung. Padahal secara nasional, jika dilihat dari jumlah kursi legislative (DPR RI) yang diberikan untuk Dapil sumsel 1 dan Dapil Sumsel 2, provinsi sumatera selatan merupakan provinsi dengan jatah kursi terbanyak ketiga di pulau sumatera setelah provinsi lampung.
Selain itu jika mengacu hasil pilpres 2019, total suara sah masyarakat sumatera selatan yang dihitung oleh KPU adalah sebanyak 4.809.274 suara. Artinya secara kontestasi pilpres, provinsi sumsel adalah provinsi terbesar ketiga di pulau sumatera yang wajib diperjuangkan untuk menang telak, selain sumatera barat dan pekanbaru. Poinnya adalah posisi sumsel, baik pada pemilihan legislative maupun pemilihan eksekutif memiliki dampak signifikan bagi perolehan suara nasional jika dikelola dengan management propaganda yang empatik dan baik.

Pertanyaannya, mengapa nasdem sumsel yang perlu diperhatikan? Jawabnya karena psikologis pemilih di sumsel sejak pemilu 2014 dan pemilu 2019 hampir terkait erat dengan psikologis pemilih di DKI Jakarta dan jawa barat, terlebih sejak merebaknya internet ke pelosok desa.

Psikologis massa pemilih di DKI Jakarta dan jawa barat yang tengah condong ke anies baswedan dan partai nasdem ditengarai akan menyebar cepat ke daerah – daerah yang sering menjadikan Jakarta dan jabar sebagai benchmark, salah satunya sumsel. Fenomena ini harusnya dapat dipahami dan dimanfaatkan sebaik – baiknya oleh nasdem sumsel untuk mendongkrak perolehan kursi di semua level pemilihan.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

Nasdem sumsel memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kesempatan diatas karena menurut survey yang dilakukan oleh Lembaga populi center pada oktober 2021 menunjukan bahwa approval rate masyarakat terhadap kinerja gubernur herman deru adalah 79,9 % . Penyebab utamanya karena gubernur sumsel memiliki banyak prestasi antara lain :
1) pembangunan infrastruktur dan perbaikan jalan yang dilakukan sangat berkesan,
2) Gubernur sumsel adalah inisiator program gerakan sumsel mandiri pangan (GSMP) sebagai jawaban atas kekhawatiran krisis pangan global ,
3) meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK berturut – turut sejak awal pemerintahannya yang menjadi parameter bahwa anggaran daerah dikelola dengan baik. Dan daftar prestasi lainnya yang amat banyak yang tak cukup untuk kami ceritakan semua.

Namun prestasi diatas ternyata juga diikuti beberapa kekhawatiran beberapa teman – teman akar rumput di sumatera selatan.
1) Di tengah kondisi krisis global, apakah gubernur incumbent adalah sosok pemimpin yang dapat memacu pendapatan dan produktivitas masyarakat sumsel agar survive menghadapi krisis ?
2) Komitmen untuk memacu pendapatan dan produktivitas masyarakat sumsel dapat diukur dari bagaimana kebijakan yang telah dilakukan. Apakah kebijakan yang dibuat telah mendorong sektor swasta dapat tumbuh secara pendapatan dan dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, minimal angkanya mendekati dengan serapan tenaga kerja ASN yang ada di sumsel. Karena jika jumlah ASN di sumsel tetap lebih besar dari keselurahan angka pekerja yang ada di sumsel maka daya beli masyarakat kedepan akan sangat kritikal dalam kondisi krisis global seperti saat ini.
3) Dengan kekuasaan absolut yang dimiliki oleh gubernur incumbent sejak tumbangnya dinasti politik alex noerdin, visi apa yang akan dibawa ? Apakah visi yang dibawa dapat mewujudkan kesempatan pendidikan yang lebih luas, akses layanan kesehatan yang lebih baik, lowongan pekerjaan yang lebih banyak, harga pangan yang lebih terjangkau atau hanya akan menghasilkan pemerintahan yang sama korup-nya dengan kepemimpinan sebelumnya. Karena bagi kami, tanpa visi yang jelas dan tegas maka kekuasaan absolut yang ada saat ini hanya akan menghasilkan sistem kepemimpan yang korup.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Pertanyaan – pertanyaan diatas setidaknya adalah pertanyaan yang perlu dijawab oleh nasdem sumsel jika ingin selaras dengan perjuangan yang telah digariskan abangda surya paloh, menguasai 100 kursi parlemen dan memenangkan kursi presiden. Perlu diingat oleh nasdem sumsel bahwa pemilihan kepala daerah adalah proses terakhir dari rangkaian pemilu 2024 yang diawali dengan pemilihan legislatif (DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, dan DPR RI) kemudian dilanjutkan pemilihan presiden.

Pemilu 2024 adalah pemilu yang lebih kompleks dibanding pemilu 2019. Pola perjuangan dengan gaya bagi – bagi uang seperti tahun ’90-an adalah pola usang yang perlu ditinggalkan. Perlu dibangun kesepahaman antar tokoh politik dan lapisan masyarakat di sumsel untuk menjadikan sumsel sebagai bagian penting dari visi pembangunan Indonesia 2045.

Untuk menjadi bagian penting dalam visi Indonesia 2045, sumsel perlu membuktikan kontribusi angka yang signifikan dalam perolehan suara nasional kelak di pemilu 2024. Mari kita belajar dari lampung, bagaimana konsolidasi tokoh di lampung menghasilkan angka signifikan bagi arah angin yang bertiup kencang di 2019. Dampaknya setelah proses pemilu, mendadak pembangunan di lampung meningkat signifikan dibanding masa – masa sebelumnya.

Akhirnya sebagai penutup, dalam menghadapi pemilu 2024, arah angin telah terlihat berhembus kencang kemana. Sebagai masyarakat sumsel, kita hanya perlu memastikan kemenangan telak bagi angin tersebut dari sumatera selatan. Apakah kita akan mengambil hikmah dari para elite di lampung ? Pilihannya ada di partai nasdem sumsel sebagai partai penguasa saat ini, memilih diam atau bergerak lebih progresif? mari kita amati bersama.***

Update COVID-19 24 Januari 2023.
Update COVID-19 24 Januari 2023. (https://covid19.go.id/)
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved