Berita Palembang

Jadi Wabup Muara Enim Dianggap 'Kecelakaan' Cerita Kaffa Sempat Mimpi Bertemu A Yani dan Juarsah

Ahmad Usmarwi Kaffah mengaku tak pernah terpikir akan menjadi Wakil Bupati Muara Enim.

Editor: Yandi Triansyah
handout
Profil Ahmad Usmarwi Kaffah, Wakil Bupati Muara Enim sisa periode jabatan 2018-2023. 

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Ahmad Usmarwi Kaffah mengaku tak pernah terpikir akan menjadi Wakil Bupati Muara Enim.

Menurut dia, kejadian itu sebuah 'kecelakaan', sebab dirinya terpilih menjadi Wabup Muara Enim saat sibuk di Jakarta.

Ahmad Usmarwi Kaffah, rencannya akan dilantik sebagai Wakil Bupati Muara Enim sisa periode jabatan 2018-2023, Rabu (25/1/2023) oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) di Griya Agung.

Bapak 3 anak yang akan berusia 34 tahun pada 26 Januari itu, menceritakan perjalanannya hingga akhirnya memimpin Kabupaten Muara Enim meskipun waktunya singkat.

Pasalnya, jebolan S2 dan S3 di United Kingdom (UK) alias Inggris ini, tak menyangka perjalanan hidupnya bisa jadi seorang kepala daerah, dan menganggapnya sebuah 'kecelakaan' yang menjadi berkah.

Diwawancarai dikediamannya beberapa waktu lalu, dirinya yang menjabat Deputi Deputi Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat, mengaku sempat bermimpi ketemu dengan Bupati Muara Enim A Yani dan Wabup Juarsah pada tahun 2020.

"Saya tidak nyangka bisa memimpin Muara Enim, memang pada tahun 2020 saat subuh, aku mimpi ketemu A Yani sama Juarsah yang memimpin Muara Enim saat itu, padahal ketemu tidak pernah dan hanya kenal sebatas sama- sama se partai Demokrat (A Yani), dan saya belum tahu akhirnya seperti ini, ' kata Kaffah.

Suami dari Nurul Vita Utami SE ini pun mengaku mendapat suport dari mantan Bupati Juarsah selama ini, untuk memimpin Muara Enim kedepan.

'Tahun 2022 pak Juarsah mensupport saya dan mendoakan saya, 'ungkapnya.

Kaffa sendiri menceritakan sering didatangi petinggi parpol di Sumsel yang menginginkan dukungan partai Demokrat untuk pemilihan Wabup Muara Enim.

"Saya ibaratkan ini kecelakaan ke Muara Enim, sebab saya sibuk di Jakarta, dan bukan urusan kita ada yang melapor ini (minta dukungan partai) tapi akhirnya jadi urusan saya, dan saya sering ditemui ketua parpol di Sumsel, termasuk menyodorkan nama saya untuk maju saja sekalian, " paparnya.

Awalnya sendiri, Kaffah belum mengiyakan untuk mau diusung dan sempat berpikiran untuk kembali ke Inggris saja, mengingat jika berbicara politik banyak pro dan kontraknya.

"Jadi saya sempat berpikiran, untuk kembali keluar negeri sama istri, karena dihantam- hantam di politik, tapi setelah berpikir akhirnya kita ok (setuju) desakan partai pengusung itu, dengan syaratnya tidak jadi (menang) dan saya minta keluarkan rekomendasi partai kamu dan harus tanpa mahar. Tapi nyatanya saya yang terpilih, jadi percaya rezeki garis tangan tidak akan tertukar, " ungkapnya.

Selain itu, Kaffah sendiri meminta garansi kepada parpol pengusung nya agar tidak ada money politik dalam pemilihan oleh DPRD nantinya.

"Saya pun bertanya kepada petinggi parpol yang ada, kalau pemilihan lewat DPRD saya tidak mau money politik dan dijawab siap semua. Sebab anggota DPRD tidak mau, karena dak mau nyusul teman yang lain (ditangkap KPK), dan mereka hanya berpesan kalau masyarakat meminta sesuatu, ingatkan pak Bupati nya saja, '" pungkasnya.

Sekedar informasi, Ahmad Usmarwi Kaffah akan dilantik dan diambil sumpah sebagai Wakil Bupati Muara Enim sisa periode jabatan 2018-2023, Rabu (25/1/2023) pukul 09.00 Wib oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) di Griya Agung.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved