Berita Palembang

Jamilah Selamat dari Reruntuhan Rumah Roboh, Ketua RT Galang Bantuan Dana

Kronogis rumah milik dua orang lanjut usia (Lansia) di Jalan Dwikora I Kelurahan Sungai Pangeran Kecamatan IT I Palembang, roboh saat pemilik rumah be

Penulis: Mita Rosnita | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/mita
Wawako Palembang Fitrianti Agustinda SH saat tengah melihat kondisi rumah lansia di Palembang yang roboh akibat terjangan angin kencang dan hujan deras beberapa waktu lalu, Selasa (24/1/2023) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rumah semi panggung milik dua orang lanjut usia (Lansia) di Jalan Dwikora I Kelurahan Sungai Pangeran Kecamatan IT I Palembang, roboh saat pemilik rumah berada di dalam rumah.

Robohnya rumah milik Jamila (65) dan Karimah (70) itu diketahui terjadi pada Jumat (20/1/2023) lalu pada pukul 07.15 usai hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada pagi hari, oleh Ketua RT 34 Nuraida saat berada di teras rumahnya.

Salah seorang saksi sekaligus Ketua Rt 34 Rw 06 Kelurahan Sungai Pangeran Palembang Nuraida mengatakan, kejadian tersebut terjadi tepat saat dirinya tengah melakukan aktivitas di teras rumahnya.

Secara mengejutkan rumah panggung dengan semi panggung yang berdiri tepat di belakang rumahnya itu mendadak roboh dengan diiringi suara yang kencang membuatnya spontan berlari menuju sumber bunyi.

Benar saja, rumah yang ditempati oleh dua lansia itu sudah nampak rata dengan tanah dengan kondisi para korban yang terlihat panik.

Masih kata Nuraida, rumah tersebut masih dalam keadaan yang aman pada malam sebelumnya tepat saat hujan deras mengguyur Kota Palembang. Sehingga dia tidak menyangka musibah tersebut terjadi tanpa diduga.

"Kan pas malam Jumat itu hujan deras dan angin kencang terjadi, nah pas malam itu semua masih aman. Tapi pas pagi, tiba-tiba saya dengar suara dan melihat rumahnya sudah roboh dengan kondisi Karimah bersama cucunya sempat keluar rumah dan Jamila masih di dalam," ceritanya kepada Sripoku.com.

Sesaat setelah mengetahui bahwa Jamila masih berada di dalam rumah, Nuraida langsung meminta pertolongan kepada petugas babinsa yang tengah bertugas di perkampungan tersebut.

Diakuinya proses evakuasi kepada Jamila sempat berjalan cukup lama, sebab warga harus berhati-hati menyingkirkan serpihan kaca rumah yang pecah dan beberapa kayu yang menimpa perabotan yang ada. 

"Dua orang di rumah itu sudah berhasil keluar, nah Ibu Jamila posisinya masih di kamar karena kondisinya lumpuh, jadi dia tidak bisa keluar ditambah pintu kamarnya tertimpa kayu dan kondisinya yang struk akhirnya menghambat pergerakan Jamila," katanya.

Setelah berhasil menyingkirkan puing-puing bangunan yang menghalangi warga untuk menolong korban Jamila, akhirnya Jamila tertolongkan dan alhamdulilah selamat dari maut rumah roboh.

Berdasarkan penuturan Nuraida yang juga menjadi salah satu keluarga korban, dulunya rumah tersebut pertama kali dibangun sekitar tahun 1970 dan masih dihuni hingga saat ini.

Rumah itu sendiri merupakan semi panggung, yang hampir setiap bangunannya terbuat dari kayu.

Sayangnya karena kurang perawatan dan usianya yang juga semakin tua menyebabkan rumah tersebut akhirnya roboh pasca diterjang angin kencang dan hujan deras.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved