Berita Musi Rawas

Sebanyak 111 KPM Bansos PKH di Musi Rawas Keluar

Sepanjangan 2022, sebanyak 111 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Musi Rawas

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COm / Eko Mustiawan
Koordinator PKH Kabupaten Musi Rawas (Mura), Dede Noveransah 

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS -- Sepanjangan 2022, sebanyak 111 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumsel, graduasi atau keluar dari KPM.

Demikian di sampaikan Koordinator PKH Kabupaten Musi Rawas (Mura), Dede Noveransah saat diwawancara Sripoku.com, Senin (23/1/2023).

Dijelaskan Dede, ada 2 jenis graduasi KPM bansos PKH, yakni graduasi mandiri sejahtera dan graduasi alamiah. Graduasi mandiri sejahtera adalah karena perubahan status ekonominya, atau tidak tepat sasaran.

"Misal yang awalnya miskin, sekarang sudah menjadi mampu atau sudah kaya. Graduasi mandiri sejahtera ini ada 15 KPM," kata Dede.

Sedangkan graduasi alamiah sebanyak 96 KPM. Dimana graduasi alamiah ini, adalah KPM yang sudah memenuhi sarat anggota KPM bansos PKH, atau hilangnya komponen PKH.

"PKH ini adalah bantuan sosial bersyarat. Ada 7 komponen didalamnya, yakni ibu hamil, anak usia 0-6 tahun, anak SD, anak SLTP, anak SLTA, disabilitas berat dan lanjut usia atau 60 tahun keatas," jelasnya.

Jika komponen tersebut lanjut Dede, sudah habis semua, maka KPM tersebut secara otomatis akan keluar dari KPM penerima bansos PKH atau mengalami graduasi.

"Kalau hanya 1 atau 2 komponennya yang hilang, masih bisa menerima bantuan BPKH. Misal, dari 7 komponen itu, KPM itu sudah tidak memiliki anak sekolah SD, artinya komponen anak SD hilang, tapi masih menerima bantuan untuk 6 komponen yang masih ada," jelasnya.

Dimana setiap komponen memiliki nilai atau besaran bantuan, yakni ibu hamil sebesar Rp750 ribu, anak usia 0-6 tahun Rp750 ribu, anak SD Rp225 ribu, anak SLTP Rp375 ribu, anak SLTA Rp500 ribu, disabilitas berat Rp600 ribu dan lanjut usia Rp600 ribu.

"Bantuan ini disalurkan per tiga bulan. Artinya sekali pencairan, KPM akan menerima bantuan sebesar Rp3.800.000 per KPM," ucapnya.

Dari 2 jenis graduasi tersebut masih kata Dede, pendamping PKH akan sangat dibutuhkan perannya dalam graduasi mandiri sejahtera. Sebab, terkadang ada saja KPM yang sudah sejahtera, namun enggan keluar sebagai KPM bansos PKH.

"Jadi, tugas pendamping ini, melakukan pendekatan kepada KPM tersebut, untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran mereka, agar mau dikeluarkan sebagai KPM PKH," ungkapnya.

Hanya saja, untuk mengeluarkan KPM, peran pendamping PKH tidak lepas dari peran desa. Karena Desa memiliki peran juga untuk mengeluarkan KPM PKH, melalui musyawarah khusus yang melibatkan semua komponen masyarakat.

"Misal sudah dilakukan pendekatan, tapi KPM itu masih tidak mau keluar, maka setelah pendamping melakukan pemutakhiran data, kemudian diajukan ke Pemdes dan pemdes mengeluarkannya dari DTKS," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved