Berita Sriwijaya FC

Menata Tim 2023, Sriwijaya FC Wajib Kantongi Empat Hal Ini Supaya Sukses Tinggalkan Liga 2

Dirtek PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Indrayadi SE selaku manajemen pengelola klub Sriwijaya FC mengungkapkan ada empat hal

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/Abdul Hafiz
Dirtek PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Indrayadi SE selaku manajemen pengelola klub Sriwijaya FC, Jumat (5/8/2022). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dirtek PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Indrayadi SE selaku manajemen pengelola klub Sriwijaya FC mengungkapkan ada empat hal yang mesti dikantongi Laskar Wong Kito untuk menjadikan The Dream Team sehingga di Tahun 2023 menjadi momentum meninggalkan Liga 2.

"Kalaupun kita Sriwijaya FC mau mempunyai tim yang kuat tentu yang pertama kita bicara kemampuan tim dulu. Kemampuan manajemen, kemampuan finansial," ungkap Indrayadi, Senin (23/1/2023). 

Menurut mantan pelatih kiper Sriwijaya FC, kemampuan finansial itu artinya manajemen yang bekerja ini harus punya modal awal dalam bekerja. Karena kalau bekerja ini merekrut pemain, sedangkan uang anggaran yang dimiliki itu masih di awang-awang, itu risikonya tinggi. Antara ada atau tidak ada. 

"Tapi kalau kita bekerja ini seperti sebuah perusahaan. Perusahaan itu kan kalau bekerja ada modal awalnya. Nah modal awal inilah sebagai dasar kita melakukan kegiatan tim apa yang mesti diomongin tim-tim ini  dengan baik dengan ada keuangan yang baik," kata mantan kiper PS Pusri Palembang era Galatama. 

Yang kedua, kata Indrayadi dalam membentuk tim dalam mengambil pemain-pemain yang potensial dengan kemampuan finansial yang baik tadi. Begitu juga dalam merekrut pelatih yang memang secara kemampuan memang mempunyai kemampuan yang sudah teruji. 

Terus yang ketiga, masa persiapan menjadi penting. Yang paling baik dua bulan atau bulan setengah sangat bagus dalam mempersiapkan tim. Kalau tiga bulan tambah bagus. Untuk menuju kompetisi itu memang harus mempersiapkan tim yang baik. 

Yang keempat, Sriwijaya FC harus punya sarana prasarana latihan yang memang milik Sriwijaya FC. Artinya memang kita punya lapangan sendiri. Nah ini harus ditata seperti itu sehingga beban klub itu tidak terhambur-hamburkan dengan sewa lapangan, dengan tempat latihan yang jauh. Dengan penginapan yang harus dibayar, dengan cathering  yang semuanya harus dikeluarkan dan dihitung pengeluarannya. 

"Itu semua dalam mengelola sebuah tim hal-hal tersebut mesti sudah terencana dengan baik. Mungkin bukan hanya Sriwijaya FC FC, klub-klub lain juga yang modalnya memang tidak cukup besar untuk mengelola sebuah tim, kendala-kendalanya seperti itu. Tapi kalau kita bicara tim profesional, kita harus memiliki hal-hal yang disebutkan tadi," beber pria yang sehari-harinya menjabat Bendahara Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pusri (YKKP). 
Indrayadi yang kini menjadi anggota Exco Asprov PSSI Sumsel mengatakan, kalaupun tidak ada hal-hal itu, masa persiapan Sriwijaya FC juga di tahun 2023 kalaupun tetap berkompetisi, harus mempunyai tim yang solid seperti apa yang dikatakan suporter harus mempunyai pemain yang levelnya level liga 1 ada 5 atau 6 pemain. 

Diakuinya memang kesolidan tim itu bisa kita lihat di setiap pertandingan-pertandingan itu. Bukan saya tidak percaya dengan tim kemarin, artinya kemampuan tim itu harus di ataslah dari tim-tim yang lain di Liga 2.

"Mudah-mudahanlah kalaupun Liga 2 ini operatornya sudah baru, bisa ada pemain asing. Nah itu lebih mengangkat kualitas Liga 2. Sriwijaya FC harus tetap eksis karena membawa  nama Sumsel jangan sampai kita ini sejak terdegradasi Liga 1 di tahun 2018, sudah 5 tahun kita ada di Liga 2 ini," ujar Indrayadi yang juga Wakabid Binpres KONI Provinsi Sumsel.

Sang jebolan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sepakbola Sumsel mengatakan harus diakui memang lima tahun itu ada kejadian seperti ini kompetisi dihentikan. Sehingga Sriwijaya FC  tidak berkompetisi, bagaimana mau bangkit.

Ia juga berharap mudah-mudahan dengan pemilihan Ketua PSSI yang baru, dengan pengurus yang baru, mungkin dengan atmosfer sepakbola yang bisa diciptakan di setiap level kompetisi dengan baik.

"Kita juga bisa menata klub kita dengan baik. Unsur-unsur non teknis yang mempengaruhi sepakbola itu kalau bisa tidak ada sama sekalilah. Sepakbola itu memang permainan di lapangan tidak ada pengaruh wasit, tidak ada pengaruh hal-hal yang memang bisa mencederai sepakbola itu sendiri. Itu harapan kita," pungkasnya. 

Sementara seperti diketahui Exco PSSI dalam rapatnya telah mengumumkan jika kompetisi Liga 2 musim kompetisi 2022 dinyatakan telah dihentikan, Kamis (12/1/2023) lalu. 

Di sisi lain hari Selasa (24/1/2023) PT LIB (Liga Indonesia Baru) mengundang klub-klub Liga 2 untuk mengikuti owner's meeting membahas soal kemungkinan kelanjutan Liga 2. (Abdul Hafiz) 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Persib
    20
    13
    3
    4
    35
    25
    8
    42
    2
    Persija Jakarta
    21
    12
    5
    4
    28
    11
    11
    41
    3
    PSM Makasar
    21
    11
    8
    2
    38
    8
    21
    41
    4
    Borneo
    20
    10
    6
    4
    36
    18
    16
    36
    5
    Madura United
    21
    11
    3
    7
    26
    14
    6
    36
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved