Berita Mura

Dua Tersangka Illegal Drilling di Musi Rawas Dilimpahkan ke Kejari Lubuklinggau

Dua tersangka illegal drilling yang tertangkap tangan Satreskrim Polres Musi Rawas (Mura), dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lubuklinggau

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/eko mustiawan
Dua tersangka ilegal driling saat dilimpahkan Satreskrim Polres Musi Rawas (Mura) Polda Sumsel ke Kejari Lubuklinggau. 

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS - Dua tersangka illegal drilling yang tertangkap tangan Satreskrim Polres Musi Rawas (Mura), dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lubuklinggau.

Keduanya tersangkanya yakni, Royen (35) dan Deli (34), warga Desa Muara Rengas Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Mura.

Mereka ditangkap, Kamis (24/11/2023) pukul 13.00 lalu, saat melakukan kegiatan eksploitasi minyak bumi di tengah lahan perkebunan PT BSC di Desa Sungai Naik Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas.

Kapolres Musi Rawas AKBP Danu Agus Purwono SIk melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Indra Prameswara mengatakan, berkas kedua tersangka sudah dinyatakan lengkap atau P-21.

"Berkas mereka sudah lengkap, jadi kami limpahkan ke Kejari Lubuklinggau," kata Kasat Reskrim AKP Muhammad Indra, Jumat (20/1/2023) kemarin.

Dikatakan AKP Muhammad Indra, berkas kedua tersangka diterima langsung Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akbari Darmansyah, untuk kemudian dijadwalkan persidangannya.

"Pelimpahan kedua tersangka tersebut berdasarkan Surat dari Kejaksaan Negeri Lubuklinggau No. : B- 212/L.6.11/Eku.1/1/2023 tanggal 17 Januari 2023 sudah lengkap (P-21)," ungkap AKP Muhammad Indra.

Untuk diketahui, penangkapan kedua tersangka bermula saat personil gabungan dari Unit Pidsus, Sat Intelkam dan Sat Sabhara  melakukan operasi ilegal drilling secara ilegal di Desa Sungai Naik sekitar pukul 08.00 WIB, Kamis (24/11/2022).

Saat itulah, kebetulan tertangkap tangan pelaku sedang melakukan kegiatan eksploitasi minyak bumi di tengah lahan PT BSC, kemudian pihak kepolisian langsung mengamankan pelaku.

Selain mengamankan 2 tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk honda jenis supra, satu buah besi canting, selang warna hitam, satu unit tameng (terdiri dari besi dan tali tambang).

Akibat perbuatannya, kedua tersangka melanggar Pasal 52 dan 53 UU Nomor 22 tahun 2002 tentang minyak bumi dan gas dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp60 miliar. (Eko Mustiawan)

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved