Berita OKI

Mulai Senin Besok, Seluruh Siswa & Siswi di Lingkungan Dinas Pendidikan OKI Dilarang Bawa Lato-lato

Maraknya permainan lato-lato di kalangan siswa-siswi di lingkungan sekolah yang berdampak pada kenyamanan kegiatan belajar mengajar

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Ts Winando
Siswa dan siswi di wilayah Kabupaten OKI dilarang membawa lato-lato ke sekolah. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Maraknya permainan lato-lato di kalangan siswa-siswi di lingkungan sekolah yang berdampak pada kenyamanan kegiatan belajar mengajar.

Serta dapat pula mencederai fisik pelajar dan merusak sarana-prasarana yang ada di sekolah.

Maka Dinas Pendidikan OKI (Ogan Komering Ilir) melarang seluruh siswa-siswi mulai tingkat PAUD, TK, SD dan SMP membawa lato-lato ke sekolahan melalui surat edaran nomor 420/007/SKR.1/Disdik/2023.

Sata dikonfirmasi, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Sekolah Dasar se-kabupaten OKI, Ahmad menyebut rata-rata usia pemain lato-lato sendiri paling banyak didapati pada pelajar SD.

"Sudah kita tindak lanjuti surat edaran ke setiap sekolah dasar yang tersebar di OKI untuk melarang main lato-lato dan berlaku mulai hari Senin mendatang," kata Ahmad melalui pesan singkat, Jumat (20/1/2023) siang.

Menurutnya. larangan untuk tidak membawa lato-lato dimulai pada Senin (23/1/2023) mendatang, dan sistem razia lato-lato nantinya akan diserahkan ke wali kelas di masing-masing sekolah.

"Nantinya wali kelas lah yang bertugas untuk mengawasi dan merazia setiap muridnya. Mereka bertanggung jawab di kelas yang dipimpinnya," tutur Ahmad.

Masih kata Ahmad, bagi siapa saja siswa-siswi yang membawa lato-lato ke sekolahan, terlebih dahulu diberi peringatan. Apabila didapati membawa sampai tiga kali, maka akan rampas atau diambil lato-lato nya. 

Dijelaskan Ahmad, bahwa selama ini larangan memainkan lato-lato didalam kelas memang sudah dilaksanakan, karena dapat mengganggu jam pembelajaran.

"Memang bermain lato-lato di dalam kelas sudah dilarang, anak-anak selama ini bermain diluar kelas terutama saat jam istirahat dan pulang," ungkapnya.

Ia Pun menghimbau kepada seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anaknya dalam kegiatan yang membahayakan. Seperti permainan lato-lato ini.

"Semoga para orang tua bisa bersama-sama mengingatkan anaknya untuk tidak bermain lato-lato ini, apalagi sampai dibawa ke sekolah," pungkasnya.

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved