Berita Muba

Saat Memersiapkan Sarapan untuk Cucunya, Kamar Mandi di Rumah Warga Muba ini Ambruk Masuk Sungai

"Kami sedang berada di ruang tengah, tiba-tiba ambruk. Alhamdulillah saat longsor di kamar mandi sedang tidak ada orang," ungkap Siti Nurbaya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Ahmad Farozi
fajeri/sripoku.com
Tanah longsor kembali menerjang rumah di bantaran sungai Musi jalan Merdeka RT 14 Bawah Alai Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (19/1/2023) sekitar pukul 06.00. Tampak bagian belakang rumah warga yang terkena longsor. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Tanah longsor kembali menerjang rumah warga di bantaran sungai Musi jalan Merdeka RT 14 Bawah Alai Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Longsor yang terjadi pada Kamis (19/1/2023) sekitar pukul 06.00 WIB ini mengakibatkan tiga unit rumah rusak berat di bagian dapur dan WC milik Siti Nurbaya, M Hapid dan Huzairin.

Siti Nurbaya mengatakan, saat itu dirinya sedang mempersiapkan sarapan untuk cucunya.

Kemudian terdengar kamar mandi rumahnya ambruk ke aliran Sungai Musi yang berada tepat di belakang rumah.

"Kami sedang berada di ruang tengah, tiba-tiba ambruk. Alhamdulillah saat longsor di kamar mandi sedang tidak ada orang," ungkap Nenek Siti Nurbaya ini.

Ia menceritakan, dirinya bersama lima anak dan cucu sudah bermukim disana sejak tahun 1970.

"Saat ini tanah terus tergerus, kami berharap agar mendapatkan perhatian Pemerintah," harapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, Pathi Riduan mengatakan, akibat peristiwa tersebut tiga rumah warga yang berada di bantaran Sungai Musi mengalami kerusakan berat yakni hancur pada bagian dapur.

"Kita sudah dapat laporan dan tim saat ini telah berada di lapangan untuk melakukan kaji cepat dan evakuasi warga yang terkena bencana," ujarnya.

Pathi mengatakan, peristiwa ini akibat hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kabupaten Muba.

Terutama di Sekayu sejak Rabu (18/1/2023) malam hingga Kamis (19/1/2023) pagi yang menyebabkan tanah menjadi labil.

Selain itu pula, sejumlah rumah warga tepat berdiri di bantaran Sungai Musi.

Sehingga saat longsor terjadi, rumah menjadi ambruk. "Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa," tegasnya.

Pj Bupati Apriyadi yang turun langsung ke lokasi longsor menyebutkan, ada ratusan warga yang bermukim di sekitar kawasan Bawah Alai yang berada di bantaran Sungai Musi.

"Ini akan kita relokasi bertahap, apalagi sangat rawan longsor disini. Harus segera di relokasi, supaya tidak korban," katanya.

"Tahun lalu ada 50 warga sudah kita relokasi, tahun ini ada sekitar 60 rumah sudah siapkan, bertahap akan kita relokasi," ujar Apriyadi.

Lanjutnya, sebelumnya relokasi sudah dilakukan dan akan terus dilakukan, khusus bagi warga yang berada di dekat bantaran sungai.

"Saya imbau agar warga untuk berhati-hati dan menghindari aktivitas dekat sungai saat hujan seperti saat ini," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved