Update Harga Karet Hari Ini Selasa 17 Januari 2023, Kembali Anjlok Dampak Rupiah Menguat

Berikut ini update harga karet hari ini di Sumsel turun Rp 214 per kg dibanding harga kemarin, Senin (16/1/2023) yang dibandrol Rp 20.537 per kg.

Editor: adi kurniawan
ardani/sripoku.com
Ilustrasi -- Berikut ini update harga karet hari ini di Sumsel turun Rp 214 per kg dibanding harga kemarin, Senin (16/1/2023) yang dibandrol Rp 20.537 per kg. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berikut ini update harga karet hari ini di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini turun tipis dibanding harga harga karet akhir kemarin.

Turunnya harga karet ini karena nilai tukar rupiah menguat terhadap dollar sehingga meski harga karet dunia tetap sama seperti harga akhir pekan kemarin namun jika dihitung secara akumulasi keseluruhan harga tetap anjlok.

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada, Selasa (17/1/2023) dibandrol Rp
20.323 per kg atau turun Rp 214 per kg dibanding harga kemarin, Senin (16/1/2023) yang dibandrol Rp 20.537 per kg.

"Indikasi harga karet hari ini turun Rp 214 per kg dibandingkan indikasi karet, Senin (16/1/2023) untuk KKK 100 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Selasa (17/1/2023).

Turunnya harga KKK 100 persen juga diikuti turunnya juga harga karet kualitas lainnya mulai dari 40-90 persen.

Harga KKK 90 persen dibandrol Rp 18.290 per kg, KKK 80 persen dibandrol harga Rp 16.258 per kg.

Sedangkan untuk KKK 70 persen dibandrol Rp 14.226 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.193 per kg, KKK 50 persen dibandrol harga Rp 10.161 per kg, dan KKK 40 persen dibandrol harga Rp8.129 per kg.

Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS.

Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.

Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban.

Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved