Pemilihan Legislatif di Sumsel

Tancap Gas, Partai Ummat di Sumsel Jaring Bacaleg, Targetkan 1 Dapil 1 Kursi

Partai Ummat mulai melakukan penjaringan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) yang akan bertarung di Pemilu Legislatif (Pileg)

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM /Arief
Partai Ummat mulai melakukan penjaringan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) yang akan bertarung di Pemilu Legislatif (Pileg) Februari 2024 mendatang. 

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Partai Ummat mulai melakukan penjaringan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) yang akan bertarung di Pemilu Legislatif (Pileg) Februari 2024 mendatang.

Ketua DPW Partai Ummat provinsi Sumsel Dr Niko Fransisko, setelah dinyatakan "susulan' peserta Pemilu yang lolos verifikasi administrasin dan factual oleh KPU, pihaknya langsung tancap gas melaksanakan penerimaan pencalonan lewat pendaftaran. 

“Semua tingkatan DPR RI, DPRD Provinsi dan juga DPRD kabupaten/kota telah dibuka, sudah satu Minggu sejak 5 Januari 2023 kemarin dibuka pendaftaran. Umumnya kita menerima caleg untuk masyarakat Sumsel,” katanya, Senin (16/1/2023). 

Dijelaskan mantan anggota DPRD Kabupaten Lahat ini, pihaknya membuka pendaftaran bagi masyarakat umum yang hendak dicalonkan sebagai anggota Legislatif. 

"Pendaftaran bisa langsung ke sekretariat partai Ummat yang ada, baik ditingkat Provinsi atau Kabupaten kota, " paparnya 

Diterangkan Niko, sejak dibuka pendaftaran meski baru, hasilnya sudah ada beberapa nama yang daftar, termasuk mantan pejabat di Sumsel yaitu Pj Bupati Empat Lawang Abdullah Sobur. 

"Yang jelas proses berjalan dengan lancar, belum lagi ditambah pengurus internal partai Ummat, yang juga bakal maju, " ucapnya. 

Untuk target pemilu 2024 sendiri  Niko mengungkapkan partainya tidak muluk muluk, dengan satu kursi miminal setiap satu dapil. 

"Kita lakukan mulai penjaringan 5 Januari -31 Maret 2023. Namun jika masih ada yang mau mendaftar kita perpanjang, hingga tiba waktu dibuka oleh KPU,” paparnya

Sementara disisi wawacana penyelenggaraan pemilu yang akan dilaksanakan dengan sistem proposional tertutup dan terbuka, pihaknya menyerahkan sepenuhnya atas putusan MK (Mahkamah Konstitusi), dan dari dua sistem itu ada kelemahan dan kelebihan masing-masing. 


"Bagi partai politik yang menolak adanya system proposional tertutup, dapat dipastikan harap-harap cemas.  Apapun keputusan MK yang dikeluarkanpun tentu final mengikat. Nah, bagi partai Ummat sendiri tidak menjadi permasalahan apakah sistemnya terbuka atau tertutup, " tandasnya. 

Lebih lanjut dijelaskannya sistem pemilu yang ada saat ini masih disidangkan di MK, sehingga pihaknya fokus untuk sukses di 2024 meski partai pendatang baru. 

"Pada umumnya kita, DPW akan bersifat netral. Mau terbuka monggo, maupun proposional tertutup juga silahkan. Karena sama-sama ada kelebihan dan kekurangan” ujarnya singkat. 

Dilanjutkan Niko, selain perekrutan Bacaleg, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, dan pastinya suara kalangan millenial yang cukup besar menjadi target kedepan. 

“Kita juga mengucapkan terimakasih dengan KPU RI. Sebelumnya kita tidak lolos, dan ternyata ada hikmah positif. Melalui pemberitaan yang getol, masyarakat yang belum kenal dengan partai Ummat akhirnya dikenal,” sindirnya.

Menyinggung sasaran kelompok masyarakat untuk meraih suara, Niko, menjelaskan sasaran kelompok masyarakat berazaskan Islam Rahmatan Lilalamin.

 “Tapi untuk suara kita tidak membatasi dari Islam, seluruh lapisan dan etnis semuanya bisa. Untuk kriteria caleg, sementara waktu dengan persyaratan ditetapkan UU. Ada kiteria khsusus karena kita tidak mungkin membatalkan orang tanpa alasan dan juga menerima orang tanpa alasan, " pungkasnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved