Berita Kemenkumham Sumsel

Tingkatkan Pendaftaran Kekayaan Intelektual, Kemenkumham Sumsel Gandeng Pelaku Budaya di Sumsel

Kakanwil Kemenkumham Sumsel Dr Ilham Djaya, pada Minggu (15/1/2023) mengatakan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Humas Kemenkumham Sumsel
Kakanwil Kemenkumham Sumsel Dr Ilham Djaya dan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, bertempat Kesultanan Palembang Darussalam, Selasa (10/1/2023). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kakanwil Kemenkumham Sumsel Dr Ilham Djaya, pada Minggu (15/1/2023) mengatakan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan terus berkomitmen meningkatkan pendaftaran kekayaan intelektual di tahun 2023.

Ilham Djaya mengatakan, pada tahun 2022 lalu permohonan Kekayaan Intelektual menyumbangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 1.648.215.000, angka ini mengalami peningkatan sebesar 39,5 persen dibanding tahun 2021 sebesar Rp 1.180.575.000.

“Kemenkumham Sumsel akan menargetkan kenaikan jumlah permohonan dan perlindungan kekayaan intelektual tahun 2023 ini,” ungkap Ilham Djaya. 

Kakanwil Kemenkumham Sumsel Dr Ilham Djaya dan jajaran berfoto bersama Sultan Iskandar
Kakanwil Kemenkumham Sumsel Dr Ilham Djaya dan jajaran berfoto bersama Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, bertempat Kesultanan Palembang Darussalam, Selasa (10/1).

Untuk itu, Kanwil Kemenkumham Sumsel terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan di wilayah, serta berperan aktif untuk mendorong pembangunan sistem kekayaan intelektual.

Terbaru, Kakanwil Dr Ilham Djaya menyambangi Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin bertempat Kesultanan Palembang Darussalam, Selasa (10/1).

Ilham Djaya mengatakan Potensi kekayaan intelektual sebagai salah satu senjata yang mendukung berbagai lini ekonomi khususnya ekonomi kreatif dari sektor UMKM harus tetap mampu berdikari dan bangkit di tengah era pasca pandemi covid yang telah melanda sejak tahun 2020.

Dikatakan Ilham Djaya, Kekayaan Intelektual (KI) terdiri atas kekayaan intelektual personal seperti merek, hak cipta, paten, desain industri, rahasia dagang, dan desain tata letak sirkuit terpadu, Sedangkan Kekayaan intelektual komunal (KIK) seperti pengetahuan tradisional, ekspresi budaya tradisional, dan indikasi geografis.

“Masih banyak ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, dan indikasi geografis dari daerah Sumsel ini yang perlu dicatatkan. Kami dari kanwil kemenkumham Sumsel siap bersinergi memfasilitasi pendaftaran KIK tersebut,“ kata Ilham Djaya.

Pada 2022 lalu, Kanwil Kemenkumham Sumsel menerima penghargaan Terbaik 4 kategori penghargaan jumlah permohonan Kekayaan Intelektual Komunal Tervalidasi 2022 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Ilham Djaya mengatakan, bahwa jumlah Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) pada Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Sumatera Selatan pada tahun 2022 ini sebanyak 44 KIK.

Adapun sertifikat KIK tersebut diserahkan Plt Dirjen KI Razilu pada MIP Clinic tahun lalu kepada Gubernur Sumsel Herman Deru, antara lain adalah Tembang Batanghari Sembilan, Serat Ulu dan Pempek.

Sedangkan Kepada Walikota Palembang Harnojoyo, sertifikat pencatatan KIK diserahkan Razilu untuk kesenian Dulmuluk, Tempoyak, Tanjak Palembang, Selendang Muzawaroh, Pindang Palembang, Lak Palembang, Kue Lapan Jam, Burgo, Tepung Tawar Perdamaian dan adat Ngidang.

Sertifikat Pencatatan KIK Dari daerah lain juga diserahkan yakni Tari Bekhusek dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Sedangkan Tari Sada Sabai Kabupaten OKU Timur, dan Pendandanan Ranau dari Kabupaten OKU Selatan. 

Untuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ada Tari Penguton, Gulo Puan, Tikar Purun Pedamaran, Lelang Lebak Lebung, Midang, Adat Perkawinan Mabang Handak dan Jejuluk.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved