Berita Palembang

Sejumlah Parpol di Sumsel Kesulitan Rekrut Bakal Caleg, Petinggi Partai Ungkap Penyebabnya

Sejumlah parpol tak menampik, jika masih belum  fullnya kouta saat ini parpol untuk memenuhi Bacaleg  terlebih untuk DPRD Kabupaten/ kota. 

Editor: Yandi Triansyah
Handout
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memutuskan, 17 partai politik (parpol) yang memenuhi syarat menjadi peserta pemilu tahun 2024 mendatang. yaitu Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Gelora dan Partai Buruh 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -  Partai politik di Sumsel kesulitan merekrut bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) bukanlah sekedar isu belaka. 

Sejumlah parpol tak menampik, jika masih belum  fullnya kouta saat ini parpol untuk memenuhi Bacaleg  terlebih untuk DPRD Kabupaten/ kota. 

Seperti yang diungkapkan Wakil Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Bidang Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) Musi Rawas Utara (Muratara) MH Asnadi CA, jika saat ini proses penjaringan baru menyampai 60 persen dari kebetuhan. 

"Perekrutan Bacaleg sekarang sudah dibuka pendaftaran dan peminatnya belum mencukupi," kata Asnadi, Jumat (13/1/2023).

Menurut Asnadi, baru sekitar 60 persen Bacaleg yang direkrut yang mayoritas dari kader PAN sendiri, tanpa menampik dari eksternal partai yang merupakan pensiunan pejabat ataupun tokoh masyarakat pun, ada yang mendaftar sebagai Bacaleg PAN

"Sulit rekrut Bacaleg ini saya rasa pertama, melihat situasi politik sekarang ada kesan transaksional di masyarakat, dan ada ketakutan untuk Bacaleg perlu uang sekian, sehinga mereka yang dengan modal pas-pasan akan memilih mundur, " paparnya. 

Dalam mengatasi itu, strategi yang dilakukan pengurus PAN yaitu merekrut tokoh- tokoh ataupun mantan Kades yang ada, mengingat banyak tertarik maju.

"Nah, setelah mereka direkrut pengurus yang dilakukan DPD, DPC hingga ranting baru dimasukan sebagai Bacaleg. Sedangkan untuk  keterwakilan perempuan 30 persen, saya rasa nanti akan terpenuhi saat pendaftaran ke KPU, " tandasnya.

Dijelaskan Asnadi, untuk total kebetuhan Bacaleg untuk DPRD di Muratara sendiri ada 25, dengan 4 Daerah Pemilihan (Dapil) tersedia, dan PAN optimisi meraih hasil maksimal nantinya. 

"Untuk target sendiri kita setiap Dapil minimal satu kursi, dan saya rasa target itu realistis mengingat pada Pemilu 2014 lalu PAN pernah meraih kursi pimpinan di Muratara dengan tiga kursi DPRD, " ujar Asnadi seraya saat ini tinggal 1 kursi DPRD yang dimiliki PAN saat ini. 

Hal senada diungkapkan DPC Partai Gerindra Kabupaten Banyuasin yang masih terus kerja keras untuk merekrut masyarakat menjadi Bacaleg DPRD Banyuasin periode 2024-2029 dari Gerindra

Diterangkan Sekretaris DPC Partai Gerindra Banyuasin Noor Ishmatuddin di daerah pemilihan dirinya agak sulit mencari caleg. Terutama untuk mengisi kuota perempuan. Namun sejauh ini kuota telah terpenuhi. 

"Banyak faktor yang menyebabkan. Pertama cost atau dana. Selain itu, meski masih di MK namun sistem proprosional tertutup. Namun membuat membuat orang akan lebih malas, tetapi kalau terbuka masih ada peluang," paparnya.


Ditambahkan Wakil Ketua DPRD Banyuasin ini ia berkeyakinan, jika masyarakat sejauh ini banyak yang memilih figur nantinya saat Pileg 2024 bukannya partai. Sehingga kalaupun dilakukan seolah olah masyarakat memilih kucing dalam karung. 


"Jadi memang kita harapkan sistem yang digunakan tetaplah proposional terbuka," pungkasnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved