Cabangnya Ada di Mana-mana, Siapa Sebenarnya Pemilik dari Gerai Es Krim Mixue ?

Tidak sedikit publik mulai bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok dibalik kesuksesan gerai es krim dan teh Mixue ini ?

SRIPOKU.COM/AHMAD SADAM HUSEN
Suasana saat beberapa warga Palembang mengantri di Mixue Palembang. 

SRIPOKU.COM -- Kepopuleran gerai es krim dan teh Mixue dan banyaknya cabang yang mereka miliki masih terus menjadi pembicaraan hangat di kalangan netizen Indonesia.

Sejak pertama kali hadir di Indonesia pad atahun 2020 lalu, Mixue langsung menjamur di beberapa kawasan besar di Indonesia.

Bahkan saat ini, Mixue disebut-sebut sudah memiliki lebih dari 300 gerai di seluruh Indonesia.

Tidak sedikit publik mulai bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok dibalik kesuksesan gerai es krim dan teh Mixue ini ?

===

Siapa pemilik Mixue?

Pemilik Mixue, Zhang Hongchao.
Pemilik Mixue, Zhang Hongchao. (https://letschuhai.com/)

Sosok penting dibalik kesuksesan Mixue adalah Zhang Hongchao.

Dirintis sejak 1997 oleh Zhang Hongchao saat masih mahasiswa, kini gerai Mixue telah mencapai 21.582 pada Oktober 2022 menurut Telowdown Momentum.

Saat itu, Hongchao bekerja paruh waktu di toko minuman dingin yang menjual es serut.

Dia lalu menemukan peluang bisnis dan memutuskan untuk memulai bisnisnya sendiri pada 1999.

Dalam memulai bisnisnya, Zhang mendapat pinjaman uang neneknya sebesar 4.000 yuan atau sekitar Rp 9 juta.

Mulanya, bisnis pertama Zhang itu diberi nama "Cold stream shaved ice".

Dengan keterbatasan modal yang ada, toko pertama Hongchao itu hanya memiliki sebuah lemari es, beberapa bangku, dan meja lipat.

Bahkan mesin es serut pertamanya merupakan hasil rakitannya sendiri.

Saat itu, "Cold stream shaved ice" menjual tiga produk utama, yaitu es serut, es krim, dan smoothie.

Terakhir, Hongchao berinovasi untuk menjual teh susu.

Dari bisnis pertamanya ini, ia bisa mendapat penghasilan lebih dari 100 yuan sehari atau sekitar Rp 200.000 per hari.

===

Harga lebih murah dari kompetitor

Harga dari produk es krim dan teh yang tersedia di Mixue Palembang.
Harga dari produk es krim dan teh yang tersedia di Mixue Palembang. (SRIPOKU.COM/AHMAD SADAM HUSEN)

Zhang membuat perhitungan berdasarkan biaya bahan dan pembuatan lalu menetapkan harga es krim sebesar 2 yuan atau sekitar Rp 4.000.

Harga itu jauh lebih murah dibandingkan dengan toko lain yang saat itu menjual sekitar 10 yuan atau Rp 10.000.

Hal tersebut membuat bisnis Hongchao mampu menjangkau berbagai kalangan, baik menengah ke bawah hingga ke atas.

Tak heran, tokonya diserbu oleh antrean konsumen yang amat panjang.

Membuka franchise dan rantai logistik Keuntungan yang pesar di 2006 itu membuat Hongchao membuka hak franchise atau waralaba Mixue.

Hasilnya, lusinan toko Mixue mulai menjamur di Provinsi Henan.

Pada 2008, Mixue resmi memiliki toko waralaba hingga lebih dari 180 gerai.

Di tahun-tahun berikutnya, Mixue melebarkan sayap dengan mendirikan perusahaan untuk menyokong bisnis utamanya itu yaitu Mixue Bingcheng Co., Ltd. pada manajemen dan operasi, Henan Daka Food Co., Ltd. pada R&D dan produksi Shangdao Intelligent Supply Chain Co., Ltd. pada layanan pergudangan dan logistik.

===

Cabang toko di luar negeri

Salah satu booth Mixue Palembang yang ramai diserbu pembeli
Salah satu booth Mixue Palembang yang ramai diserbu pembeli (SRIPOKU.COM/AHMAD SADAM HUSEN)

Tak hanya sukses di pasar lokal, waralaba Mixue mampu merambah pasar luar negeri.

Bisnis ini terus berkembang dan berekspansi ke negara-negara lain, seperti Vietnam hingga Indonesia.

Pada 2019, jumlah toko Mixue Bingcheng melebihi 7.000.

Angka itu terus berkembang hingga Juni 2020 di mana cabang toko ini mencapai lebih dari 10.000.

Per 1 Oktober 2021, jumlah toko Mixue Bingcheng telah melampaui 20.000, jauh melebihi jumlah toko perusahaan sejenisnya.

Ekspansi bisnis selama 24 tahun ini membuat Hongchao meraup untung yang tidak sedikit.

Pada Januari 2021, Mixue Bingcheng menerima pembiayaan 2 miliar yuan yang dipimpin oleh Hillhouse Capital Group dan Meituan Longzhu.

Kini perusahaan yang berawal dari modal nenek Rp 9 juta kini nilainya lebih dari 20 miliar yuan atau sekitar Rp 40 triliun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siapa Pemilik Mixue, Gerai Es Krim yang Mulai Menjamur di Mana-mana? "

===

Baca berita lainnya dari Sriwijaya Post di Google News

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved