Berita Ogan Ilir

Tak Puas Cekcok di Orgen Tunggal, 2 Pria di Ogan Ilir Tusuk Korban dengan Besi AS Motor

Deni Safrian ditusuk oleh dua orang pemuda yang menyebabkan korban terluka.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Agung
Dua pelaku penusukan terhadap seorang pemuda di Ogan Ilir ditangkap oleh Polsek Indralaya, Selasa (6/12/2022) 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Acara orgen tunggal di Indralaya, Ogan Ilir, kembali memakan korban.

Deni Safrian ditusuk oleh dua orang pemuda yang menyebabkan korban terluka.

Kejadian ini berawal saat korban Deni dengan salah seorang pelaku Hajaji Hidayat terlibat cekcok.

Hajaji yang tak puas lantas mengajak rekannya yakni Adi Kurniawan.

Keduanya kemudian mencegat korban Deni di sebuah jembatan di Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya, pada Sabtu (3/12/2022) lalu.

Di lokasi itu korban ditusuk pelaku dengan menggunakan sebatang besi as roda motor yang ujungnya tajam.

Setelah melakukan perbuatan itu keduanya kabur meninggalkan korban.

Kini dua pelaku itu sudah diamankan aparat kepolisian.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Andi Baso Rahman, melalui Kapolsek Herman Romlie mengatakan, dua tersangka kini sudah diamankan petugas.

Menurut Herman, pengeroyokan diawali cekcok antara tersangka Hajaji dan korban setelah menonton hiburan organ tunggal.

"Saat terjadi cekcok, keributan, kedua tersangka dalam pengaruh minuman keras," terang Herman.

Begitu korban melintas di TKP, tersangka menghujamkan sebatang besi as roda motor yang ujungnya tajam hingga korban mengalami luka tusuk di bagian punggung dan pipi.

"Korban tergeletak dan mendapatkan pertolongan. Sementara kedua tersangka kabur," terang Herman.

Tim Macan Putih Polsek Indralaya pun mencari keberadaan kedua tersangka setelah mendapat laporan dari orang tua korban.

Tersangka Hajaji pertama kali diamankan polisi di tempat persembunyiannya di Sungai Lebung, Kecamatan Pemulutan Selatan pada Senin (5/12/2022) pukul 10.00.

Sorenya di lokasi yang sama pukul 17.00, tersangka Adi diringkus tanpa perlawanan.

"Kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Herman menegaskan.

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved