Lubuklinggau Memilih

Server Down, Jadwal Tes CAT Seleksi PPK di Lubuklinggau Molor, KPU Sebut itu Bentuk Ujian Mental

Rencananya pelaksanaan tes dalam satu sesi diikuti 75 peserta. Namun karena server down, jumlah peserta dibatasi satu sesi hanya 25 orang.

Editor: Ahmad Farozi
eko hepronis/ts
Jadwal pelaksanaan tes Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) di Lubuklinggau, molor, karena kendala teknis. Tes yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau di SMKN 2 itu diikuti 278. Tampak para peserta saat akan mengikuti tes, Selasa (6/12/2022) 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Jadwal pelaksanaan tes Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) di Lubuklinggau, molor.

Tes yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau di SMKN 2 dan diikuti 278 peserta itu molor, karena kendala teknis server down.

Pantauan lapangan, para peserta yang menunggu jadwal tes terlihat duduk di lantai sekolah.

Rata-rata mereka adalah peserta yang belum sempat menjalankan tes dan sudah datang sejak pagi hari.

Rencananya pelaksanaan tes dalam satu sesi diikuti 75 peserta. Namun karena server down, jumlah peserta dibatasi satu sesi hanya 25 orang.

Imelda, seorang peserta tes mengaku, dia seharusnya tes di sesi kedua pukul 10.00 WIB.

Namun karena server down, dia baru dipanggil untuk ikit tes pukul 14.00 Wib.

"Kami hanya bisa pasrah namanya juga kendala teknis. Tapi kalau yang namanya nunggu itu membosankan," ujarnya.

Dikatakan, akibat terlalu lama menunggu jadwal tes, akhirnya hilang fokus. Karena kondisi fisik sudah lelah.

"Jadinya karena lama nunggu jadi lelah, ngisi soal hilang fokus, seharusnya bila servernya tidak kuat dibuat jadwal dua hari agar tidak numpuk dan lama nunggu," ungkapnya.

Meski sempat terkendala server, pelaksanaan test CAT seleksi PPK di Kota Lubuklinggau tetap dilaksanakan dalam satu hari.

Ketua KPU Lubuklinggau, Topandri menyampaikan, gangguan server ini merupakan bentuk ujian mental untuk para peserta PPK sebelum mereka terlibat sebagai penyelenggara Pemilu.

"Itu untuk menguji mental mereka apakah mampu mengelola emosi mereka," ujarnya.

"Karena saat Pemilu nanti mereka akan menghadapi orang partai, yang terkadang penuh tekanan," ujarnya.

Topan mengungkapkan, dalam sesi pertama ketika dilakukan uji coba 75 peserta dengan menghidupkan tiga server ternyata berat dan down.

"Pas di coba 75 peserta langsung drop, ketika hanya pakai satu server dengan jumlah 25 peserta ternyata lancar, akhirnya untuk sesi pertama dibagi-bagi," ungkapnya.

Namun setelah didatangkan teknisi akhirnya semua server bisa digunakan. Kendala awal itu memang dari servernya tidak support.

"Pelaksanaannya semula kita wacanakan empat sesi jadi enam sesi tetap dengan jadwal satu hari," ujarnya. (eko hepronis/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved