Berita Muba

Gunakan Bahan Pewarna, Pria di Bayung Lencir Muba ini Oplos Pertalite dengan Minyak Mentah

Tersangka ditangkap karena mengoplos BBM jenis pertalite menggunakan pewarna dan minyak mentah dalam operasi penertiban penyalahgunaan BBM.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Ahmad Farozi
fajeri/sripoku.com
Tersangka Burmulya, pengoplos BBM jenis pertalite saat diamankan di Mapolres Muba. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Burmulyo (49) warga Kelurahan Bayung Lencir Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba ditangkap anggota Polsek Bayung Lencir Polres Muba.

Tersangka ditangkap karena mengoplos BBM jenis pertalite menggunakan pewarna dan minyak mentah dalam operasi penertiban penyalahgunaan BBM.

Kapolres Muba AKBP Siswandi melalui Kabag Ops Kompol Rivow Lapu didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Rio dan Kasubag Humas AKP Susianto mengatakan, selain mengamankan tersangka, juga diamankan barang bukti.

Antara lain, empat unit tedmond plastik ukuran 1.000 liter berisi BBM yang sudah dioplos sebanyak 3.000 liter.

Selain itu, juga diamankan 78 jerigen ukuran 35 liter berisi BBM jenis bensin hasil olahan dari penyulingan minyak tradisional.

"Kemudian 40 buah jerigen ukuran 35 liter berisi Pertalite serta dua botol pewarna," ujarnya, di Mapolres Muba, Selasa (6/12/2022).

Dikatakan, hasil pemeriksaan, tersangka mengakui kegiatan mengoplos BBM sudah dilakukan sejak tahun 2020.

Diungkapkan, cara tersangka mengoplos BBM adalah dengan mencampur 600 liter pertalite dari SPBU dengan 400 liter bensin dari hasil pengolahan.

Jika hasil pengoplosan belum sempurna, maka tersangka mencampurkan dengan pewarna bahan kimia sebanyak seperempat tutup jerigen kedalam 1.000 liter BBM yang sudah dipalsukan tersebut.

"Tersangka kita kenakan Pasal 54 UU RI No 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun," katanya.

Tersangka Burmulya mengaku, dia mengoplos BBm sejak tahun 2020. Dan mulai mengoplos partai besar sejak 2021.

"Awalnya sedikit-dikit dulu. Baru mulai banyak sudah tertangkap polisi," ujarnya.

Dia mengoplos minyak 600 pertalite dicampur dengan 400 liter minyak olahan. Jika warna tidak menyerupai, baru ditambah dengan perwarna jenis pertalite.

"Kalau untuk 1000 liter warnanya tidak keluar seperti pertalite baru di oplos kalau untuk perwarna beli di online shop," katanya.

"Kalau sudah jadi baru saya jual per 50 liter ke masyarakat satu persatu dan saya mengantarnya," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved