Ahli Kilang dari Petronas Malaysia dan GM Kilang Pertamina Plaju Berbagi Inspirasi Industri Migas

PT KPI Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju) terus mengajak generasi penerus agar kian melek dengan industri kilang minyak

Editor: adi kurniawan
Handout
PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju) terus mengajak generasi penerus agar kian melek dengan industri kilang minyak, dihadapan hampir lima ratus peserta dari 200 (dua ratus) kampus dari seluruh Indonesia yang bergabung lewat platform Zoom Meeting 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju) terus mengajak generasi penerus agar kian melek dengan industri kilang minyak.

Dihadapan hampir lima ratus peserta dari 200 (dua ratus) kampus dari seluruh Indonesia yang bergabung lewat platform Zoom Meeting, General Manager (GM) Kilang Pertamina Plaju Yulianto Triwibowo memaparkan kondisi terkini bisnis kilang di bawah pengelolaan Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional sebagai pemegang Subholding Refining & Petrochemicals.

Paparkan Gambaran dan Tantangan Bisnis Kilang

Sebagai obyek vital nasional yang memiliki beberapa unit operasi, termasuk Kilang Pertamina Plaju, Yulianto memaparkan beberapa sasaran strategis yang disumbangkan PT KPI untuk mendukung Aspirasi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi global, di antaranya rencana pelaksanaan proyek pembangunan kilang, pengembangan biofuel, pengembangan industri petrokimia serta optimasi Capital Expenditure (Capex).

“Proyek upgrading sedang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan memproses minyak mentah yang lebih asam, mematuhi peraturan yang berlaku, dan mendorong keuntungan yang lebih banyak,” ujar Yulianto.

Dengan disaksikan secara seksama oleh peserta webinar, Yulianto juga menjelaskan beberapa tantangan global yang saat ini dihadapi oleh Pertamina sebagai salah satu pemain utama industri migas di Asia, misalnya Pandemi COVID-19 yang dimulai sejak 2020 silam, perang Rusia & Ukraina yang berimbas pada fluktuasi harga Crude, serta wacana pengembangan kendaraan listrik (Electric Vehicle).

Interaksi Menimbulkan Solusi

Webinar semakin berisi saat tiba di sesi diskusi panel, dimana Yulianto mengajak delegasi mahasiswa dari enam kampus di Indonesia berbincang-bincang dan menggali pendapat serta sudut pandang mereka yang sedang mengenyam ilmu di kampusnya.

Para mahasiswa berpendapat, transisi energi menjadi hal yang tak dapat dihindarkan, mengingat isu itu telah menjadi agenda global demi mencegah perubahan iklim (climate change) yang lebih ekstrem.

Yulianto menjelaskan, Pertamina secara internal terus mengembangkan inovasi teknologi guna mendorong transisi energi berkelanjutan. Secara eksternal, Pertamina pun terus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam inovasi dan transisi energi, salah satunya dengan civitas akademika.

Pada sesi itu, hadir juga Moh. Faiz Omar, praktisi dari Petronas Malaysian Refining Company, perusahaan kilang minyak yang dimiliki Malaysia. Omar berbicara mengenai kondisi bisnis kilang minyak di Malasyia, berikut perkembangan, tantangan serta profil, proses dan inovasi-inovasi yang berhasil dikembangkan Petronas, sehingga forum ini juga menjadi ajang sharing knowledge antar praktisi migas.

Dominasi Milenial Mendorong Inovasi

Cita-cita transisi energi itu semakin prospektif mengingat komposisi pekerja Pertamina (Perwira) saat ini didominasi milenial. 40 persen pekerja PT KPI saat ini merupakan anak muda berusia antara 18 hingga 30 tahun.

“Ini menjadi keuntungan demografi bagi perusahaan yang dapat dioptimalkan untuk mengembangkan berbagai inovasi,” imbuh Yulianto.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved