Berita Musi Rawas

1.188 Anak di Musi Rawas Masuk Kategori Stunting, Ada yang Kategori Pendek dan Sangat Pendek

"Jumlah tersebut terdiri 505 anak sangat pendek dan 1.376 anak pendek. Dari jumlah balita 34.943 per Desember 2021," kata Nizar, Selasa (6/12/2022).

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
eko mustiawan/sripoku.com
M Nizar, Sekretaris Dinas PPKB Kabupaten Musi Rawas. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Musi Rawas per Agustus 2022, tercatat 1.188 anak di Musi Rawas dikategorikan stunting.

Baik kategori pendek maupun sangat pendek.

Sekretaris DPPKB Musi Rawas, N Nizar mengatakan, angka stunting di Kabupaten Musi Rawas mengalami penurunan dibanding tahun 2021 lalu.

Dijelaskan, per Desember 2021, angka stunting di Kabupaten Musi Rawas diangka 5,4 persen atau sebanyak 1.881 anak.

"Jumlah tersebut terdiri dari 505 anak sangat pendek dan 1.376 anak pendek. Dari jumlah balita 34.943 per Desember 2021," kata Nizar, Selasa (6/12/2022).

Sedangkan per Agustus 2022 ini sambung Nizar, angka stunting di Kabupaten Musi Rawas turun jadi 4,2 persen atau sebanyak 1.188 anak.

"Jumlah itu terdiri dari 286 anak sangat pendek dan 902 anak pendek, dari jumlah balita 28.297 dan keluarga resiko 11.800 dari 43.316 keluarga," ungkapnya.

Dikatakan, penurunan angka stunting ini setelah adanya aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Musi Rawas.

"Aksi konvergensi percepatan penurunan stunting ini memberikan dampak yang cukup signifikan, dalam penurunan angka stunting," ujarnya.

Dijelaskan, dari hasil audit kasus stunting tahap 1 dan 2, ada beberapa faktor penyebab terjadinya stunting.

"Seperti faktor rumah tidak layak huni (RTLH), kemudian jamban dan bantuan sosial," ucapnya.

Ditambahkan, dari jumlah kepala keluarga (KK) yang menjadi lokus stunting sebanyak 19 KK, ditemukan yang beresiko stunting sebanyak 18 KK.

Kemudian ibu hamil sebanyak 62 orang dan yang beresiko 43 orang.

Kemudian ibu bersalin sebanyak 21 orang dan yang beresiko 18 orang.

Selanjutnya balita bawah dua tahun sebanyak 24 dan yang stunting 23 baduta. Dan balita dari 28 orang yang stunting 25 orang.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved