Waspada Jika Burung Terbang Memutar di Satu Tempat Pertanda Bakal Gempa, Ini Penjelasan Pakar
Fenomena burung terbang memutari tempat yang sama merupakan sebuah pertanda akan adanya bencana alam.
SRIPOKU.COM, JAKARTA--Unggahan soal fenomena burung terbang memutari tempat yang sama viral di media sosial, Twitter. Twit viral itu diposting oleh akun ini pada Sabtu (3/12/2022). Dalam unggahan tersebut, terdapat sebuah foto yang menunjukkan segerombolan burung terbang berputar di satu tempat yang sama. "Banyak burung terbang memutar di satu tempat gitu, itu kenapa ya?" tulis pengunggah.
Sejumlah warganet turut berkomentar dalam unggahan tersebut. Lebih dari 200 pengguna Twitter meningalkan komentar pada postingan itu. Beberapa dari warganet berpendapat bahwa fenomena burung terbang memutari tempat yang sama merupakan sebuah pertanda akan adanya bencana alam.
"Ges ini aku ga boong, td kan aku tuh plg abis gathering pas mau smpe rumah tu liat burung berterbangan sm kaya snder gini trs dlem hati 'bakal ada gempa kayanya' mitos emak emak. dan trnyata gempa dibandung kerasa bgt," tulis akun ini.
"Baru liat komen, ternyata banyak burung yang ngumpul gini tanda bakal ada gempa, kemarin di daerahku ada burung banyak banget, kaya ginii, aku pas ngeliatnya ihh baguss, ternyata kok serem yaa," kata warganet lainnya.
Hingga Senin (5/12/2022), twit viral tersebut telah dibagikan kepada 122 pengguna Twitter dan disukai oleh 3.470 warganet. Lantas, benarkah fenomena burung terbang berputar di satu tempat yang sama adalah pertanda akan ada gempa?
Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Hidayat Ashari mengatakan bahwa fenomena burung terbang secara berputar adalah hal yang wajar dan tidak berkaitan dengan tanda gempa. "Kalau burung berputar tanda gempa, bisa tiap hari tiap menit gempa dong? Kan gak kan?" ujarnya, saat dikonfirmasi oleh Kompas.com, Senin (5/12/2022). Menurutnya, burung terbang berputar adalah perilaku yang natural dari burung itu sendiri.
Jika seperti pada unggahan twit yang viral itu, Hidayat mengatakan bahwa tingkah gerombolan burung tersebut lantaran beberapa alasan. Misalnya untuk menghindari predator atau untuk mencari makanan. "Kalau seperti twit ini, itu burung layang-layang atau kalau enggak burung walet," ucap dia.
"Kebanyakan mereka bergerombol selain untuk berjaga terhadap predator. Mereka juga bersama-sama berburu makanan bersama-sama," sambung Hidayat. Selain burung layang-layang, beberapa burung yang terbang bergerombol dan melingkar adalah burung gereja dan burung air.
Hidayat menjelaskan bahwa ada banyak alasan yang melatarbelakangi mengapa burung-burung itu terbang berputar dan bergerombol. "Salah satu penyebabnya adalah untuk saling berjaga terhadap predator atau pemangsanya," kata Hidayat. Burung yang terbang dalam kelompok dianggap bisa lebih melindungi diri dari pemangsa ketimbang burung yang terbang sendirian.
Sekelompok besar burung yang terbang bersama dalam gerakan berputar atau elips yang tidak terduga berpotensi membingungkan pemangsa. Hal itu menurunkan peluang pemangsa untuk membunuh mereka. "Ada yang bertujuan mencari makan yang sama. Ada (juga) yang bertujuan untuk saling menghangatkan, terutama burung yang terbang berkelompok," terang dia.
Selain itu, ada juga burung yang terbang dalam formasi serupa hufur "V". Tujuannya untuk mendapatkan aerodynamic pada saat terbang jauh sehingga efektif karena menggunakan tenaga seminimal mungkin. Ada yang berputar karena mencari aliran udara panas supaya bisa terbang tinggi dan kemudian meluncur sehingga lebih sedikit menggunakan energi.
Burung merpati adalah salah satu jenis burung yang suka terbang berputar.
Dilansir dari Bird Fact, beberapa jenis burung yang terbang dalam gerakan melingkar, di antaranya: Burung merpati, Burung jalak, Burung pipit, Burung pelikan, Burung pemangsa lainnya.
Fenomena sekawanan burung yang terbang melingkar itu biasanya terjadi ketika matahari terbenam. Saat senja, segerombolan burung jalak dan burung pipit biasanya akan terbang di ketinggian dalam gerakan melingkar. Selain di senja hari, sekawanan burung mungkin terlihat berputar-putar pada saat menjelang badai atau hujan.
Salah satu penjelasannya yaitu, mereka menggunakan ketenangan sebelum badai untuk terbang berputar sembari memutuskan tempat terbaik untuk berlindung jika hujan deras terjadi berkepanjangan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/berersdsass.jpg)