Berita Palembang

Tolak Dituduh Lakukan Penipuan Proyek JSC, Heriyanto Bantah Mengaku Paman Gubernur Sumsel

Ia membantah kalau dirinya tidak pernah mengaku sebagai keponakan Gubenur Sumsel dan juga tidak pernah mencatut nama Gubenur Sumsel. 

Penulis: Bima Pratama Wijaya | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Bima Pratama
Heriyanto didampingi kuasa hukumnya di kediamannya Jl. Ki Merogan Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terkait pemberitaan yang beredar di media online, beberapa waktu lalu, Heriyanto warga Palembang membantah kalau dirinya adalah paman Gubernur Sumsel


Bahwa sebelumnya Heriyanto pernah melaporkan Nyimas Azizah ke Polrestabes Palembang atas kasus penipuan dengan nomor LP /B/54/1/2022/SPKT/Polrestabes Palembang /Polda sumsel tanggal 7 januari 2022 atas kasus penipuan Pasal KHUP pasal 378 atau 372 dan sampai sekarang masih menjalani sidang di PN Palembang. 


Heriyanto Didampingi kuasa hukum Suhardi Suhai SH, mengatakan dirinya membantah kalau dirinya tidak pernah mengaku sebagai keponakan Gubenur Sumsel dan juga tidak pernah mencatut nama Gubenur Sumsel. 


Ia juga membantah pernyataan kuasa hukum Juansyah Jaya, yang telah mengatakan bahwa dirinya telah dituduh melakukan penipuan, bahwa fakta sebenarnya adalah bahwa dirinya mendapat tawaran proyek dari saudari Nyimas Azizah yang saat ini telah menjadi terdakwa. 


Kemudian dirinya bercerita dengan saudara Isak Ansyori, lalu saudara Isak Ansyori mengatakan ada keponakannya yang bernama Juansyah Jaya warga lampung yang mau mengambil proyek tersebut, lalu dirinya menjawab kita ketemukan dulu dengan saudari Nyimas Azizah saja.


"Saudara Juansyah Jaya datang ke Palembang, dan bertemu dengan Nyimas Azizah bersama saya, lalu kami bersama-sama menuju lokasi proyek Sport City Jakabaring Palembang, untuk cek lokasi," katanya


Setelah itu dirinya tekankan kepada saudara Juansyah Jaya, kalau memang yakin “LANJUTKAN”, tapi kalau merasa ragu, “JANGAN”.

Rupanya saudara Juansyah Jaya merasa yakin dan mentransfer dana sesuai dengan permintaan Nyimas Azizah sebanyak 3 kali transfer dengan total Rp. 625.000.000 bukan Rp. 675.000.000. Dana tersebut langsung saya serahkan kepada saudari Nyimas Azizah sejumlah Rp. 750.000.000 dan selebihnya uang dirinya


"Ternyata proyek yang dijanjikan tersebut tidak ada, saya merasa ikut bertanggung jawab secara moril, karena merasa ikut tertipu akhirnya saya melaporkan Nyimas Azizah di Polrestabes Palembang," ungkapnya.


Menurutnya, Kasus ini sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Palembang dan kamis 8 Desember 2022 kasus ini kembali disidangkan dengan agenda pembelaan dari terdakwa (Nyimas Azizah).


"Saya menolak keras telah dituduh melakukan Penipuan dan Penggelapan, karena saya tidak pernah membujuk apalagi memaksa Juansyah Jaya, dan saya sedikitpun tidak menikmati uang tersebut. Saya selaku warga negara yang baik akan mengikuti dan menghormati proses hukum yang dilakukan Oleh Polda Lampung," tuturnya 


Diberitakan sebelumnya seorang warga Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan bernama Juansyah Jaya mengaku menjadi korban penipuan dengan kerugian sekitar Rp 675 juta.


Terduga pelaku mengiming-imingi proyek Rp 36 miliar di Kompleks Stadion Jakabaring, Sumatera Selatan (Sumsel).


Pelaku juga mengaku sebagai paman dari Gubernur Sumsel Herman Deru. Peristiwa penipuan ini terjadi pada medio 2021.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved