Berita Musi Rawas

Alasan Ribet dan Takut Terikat Pajak, Sanggar Seni di Mura Ogah Daftar ke Disbudpar

"Kalau untuk budaya asli Kabupaten Mura baru satu sanggar yang terdaftar, yakni Sangar Serumpun dari Kecamatan STL Ulu Terawas," jelasnya.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
eko mustiawan/sripoku.com
Analis kebijakan Muda Disbudpar Kabupaten Mura, Erwina Yuslistianti ketika memberikan sertifikasi kepada salah satu sanggar budaya. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Dari 100 lebih sanggar seni di Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, hanya 59 yang terdaftar di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat.

Demikian diungkapkan Analis Kebijakan Muda Disbudpar Musi Rawas, Erwina Yuslistianti, kepada Sripoku.com, Senin (05/12/2022).

Dikatakan, dari 59 sanggar tersebut, didominasi sanggar untuk kesenian Reog Ponorogo, Jaranan dan juga Kuda Kepang.

"Kalau untuk budaya asli Kabupaten Mura baru satu sanggar yang terdaftar, yakni Sangar Serumpun dari Kecamatan STL Ulu Terawas," jelasnya.

Menurutnya, banyaknya sanggar seni yang belum terdaftar karena alasan ribet dan takut terikat seperti pajak.

"Alasannya mereka malas karena ribet. Padahal, kalau sudah didaftar ketika ada kegiatan bantuan bisa diusulkan mendapat bantuan," ungkapnya.

Selain dapat bantuan, bagi sanggar yang sudah terdaftar bisa diikut sertakan dalam setiap kegiatan.

Baik ditingkat provinsi hingga event ditingkat nasional.

"Kalau sudah daftar kemudian ada registrasi ulang, karena SK hanya berjalan 5 tahun," katanya.

Ditambahkan, dari 59 sanggar yang terdaftar di Disbudpar Musi Rawas, sekitar 15 sanggar yang SK-nya masih aktif.

Sedangkan yang belum memperpanjang, ada beberapa alasan salah satunya kepengurusan yang sudah berubah dan ada yang meninggal.

"Untuk registrasi ulang, perubahan-perubahan harus mencari orang baru dan menggantinya, baru kemudian bisa diregistrasi ulang," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved