Berita Musi Rawas

Ridwan Mukti : Satu Sisi Saya Angkat Marwah Daerah ini, Satu Sisi Saya Tenggelamkan, Saya Minta Maaf

Ridwan Mukti masih begitu lekat dikalangan masyarakat Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara Provinsi Sumsel

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/ahmad farozi
H Ridwan Mukti gelar temu kangen dengan keluarga, sahabat dan awak media di kediaman pribadinya, wilayah Talang Bandung Kota Lubuklinggau, Minggu (4/12/2022). 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Nama H Ridwan Mukti masih begitu lekat dikalangan masyarakat Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara Provinsi Sumsel (Sumatera Selatan).

Dua periode menjabat Bupati Musi Rawas, 2005 - 2010 dan 2010 - 2015 membuatnya sangat dikenal masyarakat daerah ini.

Di periode awal, 2005 - 2010, Kabupaten Muratara masih gabung dengan Musi Rawas, dan di pertengahan periode kedua 2010 - 2015, Muratara memisahkan diri jadi daerah otonom baru (DOB).

Maka tak heran, namanya juga dikenal luas dikalangan masyarakat Muratara.

Usai menjabat Bupati Musi Rawas dua periode, H Ridwan Mukti nyalon Gubernur Bengkulu dan menang.

Namun masa kepemimpinannya di Bengkulu tak sampai akhir jabatan.

Karena dia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia pun menjalani hukuman atas kasus yang menerpanya itu.

Kurang lebih lima tahun berlalu, pada 16 November 2022, H Ridwan Mukti bebas.

Kabar ini pun menyebar luas di kalangan masyarakat.

Tak hanya di Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara saja. Tapi juga di Bengkulu dan beberapa wilayah lain di Indonesia mengikuti kabar kebebasan H Ridwan Mukti.

"Kenapa saya pulang?," kata H Ridwan Mukti dengan nada bertanya, saat acara Temu Kangen Sahabat H Ridwan Mukti di kediaman pribadinya di wilayah Talang Bandung, Kota Lubuklinggau, Sumsel, Minggu (4/12/2022).

"Dengan saya bebas pada pertengahan November 2022 jam 09.00 pagi, berita tersebar. Banyak yang ingin jemput, tatap muka, sampai Jakarta juga banyak yang datang dan setiap hari banyak yang minta bertemu," ungkapnya.

Karena itulah kata H Ridwan Mukti, dia kemudian berpikir untuk menemui saudara, handai taulan, sahabat, baik di Sumsel maupun di Bengkulu.

"Karena banyaknya saudara dan sahabat yang mau berjumpa, saya sampaikan ke isteri saya, sebaiknya kita saja yang menemui mereka. Maka dibuatlah jadwal yang sangat mendadak, dan yang pertama kita lakukan pertemuan di Lubuklinggau," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved