Berita Pusri

PT Pusri Palembang Gelar Kegiatan Sapa Pelanggan, Berikan Edukasi Mengenai Pupuk Asli dan Palsu

Dalam rangka memeriahkan hari jadi PT Pusri Palembang ke-63, sebanyak 61 petani dan distributor yang berasal dari enam Provinsi di Indonesia

Penulis: Mita Rosnita | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/mita
Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh didamping Bupati Tulang Bawang Winarti dan perwakilan dari Provinsi Sumsel, Lampung, Jambi, Bengkulu, Jawa Timur dan Jawa Tengah, dalam kegiatan ini turut hadir pula Bupati Tulang Bawang beserta Wakil DPRD Lampung berfoto bersama usai acara memeriahkan hari jadi PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang ke-63 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dalam rangka memeriahkan hari jadi PT Pusri Palembang ke-63, sebanyak 61 petani dan distributor yang berasal dari enam Provinsi di Indonesia mengikuti rangkaian kegiatan Sapa Pelanggan, di Bukit Golf Resto, Sabtu (3/12/2022).

Dalam kegiatan tersebut PT Pusri Palembang menghadirkan sejumlah kegiatan menarik diantaranya sharing knowledge produk unggulan dan inovasi, sosialisasi program pemasaran PT Pupuk Indonesia dan mengajak para petani dan distributor yang hadir melihat langsung produksi pupuk dan NPK.

Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh mengatakan, selain dari keterlibatan para petani dan stakeholder yang berasal dari Provinsi Sumsel, Lampung, Jambi, Bengkulu, Jawa Timur dan Jawa Tengah, dalam kegiatan ini turut hadir pula Bupati Tulang Bawang beserta Wakil DPRD Lampung.

"Dalam acara sapa pelanggan ini kami ingin menunjukan kepedulian Pusri kepada stakeholder dan support dari semua stakeholder kami apresiasi, sehingga hari ini adalah apresiasi pelanggan," kata Tri Wahyudi Saleh kepada Sripoku.com.

Selain itu, pihaknya juga mengajak para stakeholder yang hadir untuk melihat langsung proses pembuatan pupuk dan NPK dengan tujuan agar komplain yang selama ini dilayangkan kepada PT Pusri Palembang mengenai pupuk palsu dapat dibuktikan secara langsung.

"Alhamdulillah ibu bupati dan rombongan melihat secara langsung bagaimana pembuatan pupuk yang baik dan benar dan kami menunjukkan disini bagaimana pembuatan yang asli sebab selama ini kami dikomplain juga mana yang asli mana yang palsu," tutur Tri Wahyudi Saleh.

Masih kata Tri Wahyudi Saleh, kami tunjukkan bagaimana proses pembuatan pupuk dan Alhamdulillah berjalan dengan baik.

Masih dikatakan Tri Wahyudi Saleh dengan acara tersebut seluruh masukan yang disampaikan oleh stakeholder seperti petani dan distributor akan menjadi bahan untuk inovasi kedepan.

"Semua masukan yang disampaikan akan menjadi koreksi bagi kami," ujarnya.

Lebih lanjut, Tri Wahyudi Saleh juga menyampaikan saat ini terdapat beberapa persoalan yang terjadi selama tahun 2022 dimana sebelumnya terdapat perubahan regulasi pupuk dari 6 menjadi 2 dan dari 90 komoditi saat ini berkurang menjadi 9.

"Dengan adanya masukan ini, maka kami akan menyampaikan kepada regulator, kami kan ditugaskan oleh kementerian pertanian jadi kami sampaikan inilah komplain dari para petani, kami tugasnya memproduksi dan mendistribusikan, regulasinya ke kementerian pertanian," terangnya.

Kendati demikian, dirinya tetap menegaskan bahwa produksi pupuk dan NPK akan tetap normal dengan kapasitas sebanyak 2,6 juta ton urea dan 300 juta NPK per produksi.

"Itu berlaku untuk PSO ataupun non PSO, untuk PSO sekitar 1,9 juta ton dan sisanya untuk lokal untuk perkebunan dan untuk ekspor kalau diperlukan," bebernya.

Adapun PT Pusri juga berencana menargetkan akan kembali membangun pabrik baru yang berlokasi di komplek PT. Pusri Palembang yang merupakan revitalisasi dari pabrik 3 dan 4 yang usianya sudah cukup tua.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved