Berita Musi Rawas

Dinkes Klaim Musi Rawas Masih Bebas Kasus Polio, Kirimkan 8 Spesimen Tinja ke Laboratorium Kemenkes

"Alhamdulillah Musi Rawas masih bebas polio, belum ditemukan kasus polio. Karena, kami juga sudah mengirimkan spesimen tinja ke Kemenkes," kata Edwar.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
eko mustiawan/sripoku.com
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mura, Edwar Zuliyar. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, mengklaim hingga saat ini Musi Rawas masih bebas kasus polio.

Hal itu dikatakan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Musi Rawas, Edwar Zuliyar saat diwawancarai Sripoku.com, Jumat (02/12/2022).

Edwar juga mengaku, pihaknya sudah mengirimkan 8 spesimen tinja dari anak-anak yang mengalami lumpuh layu ke laboratorium Kementerian Kesehatan.

Pengiriman spesimen tinja itu untuk memastikan apakah kasus polio atau bukan.

Hasilnya lanjut Edwar, semua spesimen tinja yang dikirimkan tersebut, bukanlah polio.

"Alhamdulillah Kabupaten Mura ini masih bebas polio, atau belum ditemukan kasus polio. Karena, kami juga sudah mengirimkan spesimen tinja ke Kemenkes," kata Edwar.

Meskipun masih kata Edwar, beberapa daerah di Indonesia, kini terdeteksi adanya kasus kejadian luar biasa atau ditemukan kasus polio.

Padahal menurutnya, Indonesia seharusnya sudah bebas kasus polio.

"Menindaklanjuti hal itu, Kemenkes memberikan surat edaran kepada pemerintah daerah Kabupaten/Kota melalui Dinkes, yang intinya untuk melakukan deteksi dini kasus polio," lanjut Edwar.

Dikatakan, deteksi dini dilakukan melalui pengamatan atau surveilans epidemiologi terhadap kasus-kasus lumpuh layu.

Dimulai dengan kasus-kasus yang bergejala menyerupai polio.

"Jadi gejala polio adalah adanya gangguan anggota gerak pada anggota badan seseorang, atau lumpuh layu," ungkap Edwar.

Terkait kembali merebaknya kasus polis, padahal vaksinasi polio terhadap anak sudah dilakukan, menurut Edwar, hal itu karena pola hidup masyarakat yang belum diterapkan secara maksimal.

"Penularan polio yang melalui tinja, maka lingkungan sekitar harus baik dan bersih, jangan tercemar. Khususnya sumber air minum jangan tercemar tinja," katanya.

"Selain itu, perilaku hidup sehat juga harus diterapkan," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved