Berita Ogan Ilir

Trauma Dirampok, Pemuda di Ogan Ilir Bawa Senpi Revolver Siap Tembak, Malah Antarkan Pelaku ke Bui

Trauma dirampok, membuat Afriansyah menyimpan senjata api jenis Revolver untuk berjaga-jaga.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Agung
Tersangka Afriansyah yang kedapatan memiliki senjata api dipaparkan di Mapolres Ogan Ilir, Indralaya, Rabu (30/11/2022). 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Trauma dirampok, membuat Afriansyah menyimpan senjata api jenis Revolver untuk berjaga-jaga.

Namun kepemilikan senpi tersebut membuat pria asal, Tanjung Raja itu diamankan Polres Ogan Ilir.

Pria 27 tahun itu diciduk di kediamannya di Desa Seri Dalam, Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel).

Tersangka mengaku menyimpan senjata api untuk melindungi diri dari aksi kejahatan.

"Untuk jaga-jaga saja," ujar tersangka saat dipaparkan di Mapolres Ogan Ilir, Indralaya, Rabu (30/11/2022).

Kepada polisi, tersangka mengaku sudah lama memiliki senjata api jenis Revolver tersebut.

Dua kali menjadi korban perampokan hingga mengalami kerugian ratusan jutaan rupiah, membuat tersangka membekali dirinya dengan senjata api.

"Sekitar delapan tahun lalu, keluarga saya pernah dirampok sampai ratusan juta. Saya trauma dan akhirnya pegang senpi," ungkap tersangka.

Tak hanya saat berada di rumah, senpi tersebut dibawa oleh tersangka saat beraktivitas d luar rumah.

"Kalau lagi bonceng pacar, saya bawa juga senpi," ujar tersangka mengakui.

Senpi tersebut dibeli dari seseorang yang saat ini masih dalam pengembangan pihak kepolisian.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Andi Baso Rahman, didampingi Kasat Reskrim AKP Regan Kusuma mengatakan, warga resah dengan adanya kepemilikan senjata api ini.

Sehingga polisi menindaklanjutinya dan mengamankan tersangka untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

"Saat petugas kami menggeledah tersangka, yang bersangkutan menyembunyikan senpi tersebut di bawah kompor," ungkap Andi menceritakan proses penangkapan tersangka.

Saat diperiksa, senpi tersebut siap tembak karena berisi dua butir peluru kaliber 9 mm di dalamnya.

"Tersangka beserta barang bukti kini diamankan untuk proses lebih lanjut. Kami juga ingatkan kepada masyarakat sipil, tidak ada alasan untuk memiliki senpi jika tidak ingin terjerat hukum," pesan Andi.

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved