Piala Dunia 2022

Sejarah Mata Elang Wasit di Piala Dunia, Teknologi VAR Hadir Sejak 12 Tahun Lalu di Belanda

Sejak 2018 hingga kini, VAR pun telah menimbulkan sejumlah kontroversi dalam pertandingan sepak bola Piala Dunia.

Editor: Wiedarto
(AFP/FRANCOIS-XAVIER MARIT)
Momen penyerang timnas Ekuador Enner Valencia (tengah) mencetak gol ke gawang Qatar pada laga pembuka Piala Dunia 2022 Stadion Al Bayt, Al Khor City, pada Minggu (20/11/2022) malam WIB. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit usai mengecek Video Assistant Referee (VAR) karena offside. 

SRIPOKU.COM, QATAR- VAR atau video assistant referee adalah teknologi kamera video yang digunakan untuk membantu wasit agar dapat memimpin laga sepak bola dengan tertib dan adil sesuai peraturan. FIFA kali pertama menerapkan teknologi VAR pada Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia. Setelah empat tahun berlalu, teknologi VAR kini dibawa ke Piala Dunia 2022 Qatar.


Sejak 2018 hingga kini, VAR pun telah menimbulkan sejumlah kontroversi dalam pertandingan sepak bola Piala Dunia. Kali terakhir, VAR menghadirkan drama dalam laga Belanda vs Qatar pada matchday terakhir Grup A Piala Dunia 2022 yang digelar di Stadion Al Bayt, Al Khor, Qatar, Selasa (29/11/2022). Belanda menang dengan skor 2-0 atas Qatar dan berhak melalui fase gugur.

Tim Oranje sejatinya bisa memetik kemenangan lebih besar dengan skor 3-0 andai gol Steven Berghuis pada menit ke-69 disahkan wasit. Namun, wasit memutuskan tidak mengesahkan gol tersebut setelah melihat tayangan VAR. Steven Berghuis dinilai tertangkap kamera melakukan handball dalam proses mencetak gol ke gawang Qatar.
VAR pun akhirnya membuat Belanda harus puas hanya menang 2-0 atas Qatar.


Lalu, bagaimana sejarah penerapan VAR di Piala Dunia dan beragam kontroversi yang mewarnainya? Awal kemunculan VAR VAR mulai dirancang dalam proyek Wasit 2.0 Belanda pada awal 2010. Teknologi ini kemudian mulai diuji coba di liga kasta tertinggi Belanda, Eredivise, musim 2012-2013.

 

Setelah menuai kesuksesan dalam uji coba VAR, Asosiasi Sepak Bola Belanda kemudian mengajukan petisi kepada Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) untuk mengubah aturan yang mengizinkan pemutaran ulang video selama pertandingan.


Namun, usulan Belanda itu mendapatkan respons negatif dari presiden FIFA saat itu, Sepp Blatter. Setelah Blatter dicopot dari jabatan presiden FIFA karena skandal korupsi, barulah VAR mulai mendapatkan respons positif. Presiden FIFA berikutnya, Gianni Infantino, memiliki pandangan berbeda dari Blatter soal VAR.


Ia pun kemudian mengizinkan uji coba VAR untuk pertandingan internasional pada 2016. VAR untuk kali pertama diuji coba dalam laga internasional antara Perancis melawan Italia pada Juni 2016. Setelah itu, teknologi VAR untuk kali pertama diterapkan di sebuah kompetisi profesional pada Piala Konfederasi 2017. Melihat efektivitas penggunaan VAR dalam laga persahabatan dan Piala Konfederasi, FIFA pun akhirnya berani membawa teknologi itu ke Piala Dunia 2018.


Penerapan VAR di Piala Dunia 2018 membuat kompetisi itu disebut sebagai pesta sepak bola paling bersih di sepanjang sejarah. Alasannya, hanya ada empat pemain yang diusir dari lapangan atau terkena kartu merah selama perhelatan Piala Dunia 2018. Kendati demikian, penerapan VAR di Piala Dunia 2018 juga tidak luput menuai kontroversi.

Seperti dilansir dari Four Four Two, Rabu (30/11/2022), jumlah penalti yang diberikan wasit pada Piala Dunia 2018 naik lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan edisi 2014. Berkat bantuan VAR, wasit menghadiahkan sebanyak 29 penalti di sepanjang Piala Dunia 2018.

Inggris menjadi salah satu tim yang diuntungkan karena mendapat banyak hadiah penalti. Tim asuhan Gareth Southgate itu menerima tiga hadiah penalti yang semuanya dieksekusi oleh Harry Kane sehingga membantu sang pemain meraih Golden Boot di Piala Dunia 2018. Salah satu kontroversi yang mungkin paling lekat di ingatan kita adalah laga Perancis vs Kroasia pada final Piala Dunia 2018.


Kala itu, Perancis mendapatkan hadiah penalti setelah bola hasil sepak pojok Antoine Griezmann mengenai tangan pemain Kroasia, Ivan Perisic. Wasit Nestor Pitana yang memimpin laga, meninjau rekaman VAR dan kemudian menunjuk titik putih sebagai isyarat hadiah penalti bagi Perancis. Griezmann yang turun sebagai eksekutor penalti pun sukses menceploskan gol.

Perancis akhirnya menang dengan skor 4-2 dan berhak merebut trofi Piala Dunia 2018. Namun, keputusan wasit yang dipengaruhi VAR pada laga final Piala Dunia 2018 menuai kritik. Salah satu kritik tajam dilontarkan manajer Kroasia, Zlatko Dalic, yang menilai VAR telah mengintervensi hasil pertandingan final Piala Dunia 2018.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    PSM Makasar
    19
    10
    8
    1
    33
    8
    21
    38
    2
    Madura United
    19
    11
    3
    5
    26
    14
    10
    36
    3
    Persib
    18
    11
    3
    4
    31
    25
    5
    36
    4
    Persija Jakarta
    19
    10
    5
    4
    23
    11
    8
    35
    5
    Bali United
    19
    11
    1
    7
    40
    21
    14
    34
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved