Pengamat Politik Sumsel Sebut Etnis Luar Jawa Masih Berpeluang Jadi Presiden, Asalkan Ini Syaratnya

Pengamat Politik menyebut etnis luar Jawa masih berpeluang jadi presiden, asalkan tokoh yang tampil mampu menggaet populer voot lintas batas. 

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
ist
kolase Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan, bakal calon pada Pilpres 2024 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG ---- Terkait Pilpres 2024 menarik juga isu tentang kesukuan yang terakhir disampaikan Luhut Binsar Panjaiatan yang menyatakan bahwa tokoh di luar Jawa janga terlalu tinggi bermimpi jadi Presiden. 


Ini jadi perbincangan menarik, namun yang perlu digarisbawahi bahwa dalam sistem Demokrasi langsung siapapun bisa menjadi presiden dan tentu dengan berbagai persyaratan, selain persyaratan sesuai dengan konstitusi yang berlaku di Indonesia dan kalau dilihat dari sisi ini maka semua komponen bangsa Indonesia, warga negara Indonesia asli dan itu bisa menjadi calon presiden


Pengamat politik Sumsel, Fatkurohman menyebut etnis luar Jawa masih berpeluang jadi presiden, asalkan tokoh yang tampil mampu menggaet populer voot lintas batas. 


"Saya pikir bukan sekadar etnis, tapi bagaimana tokoh tersebut mampu menggaet populer voot bagi pemilih yang ada di Republik ini. Artinya bisa lintas etnis, lintas agama, dan lain sebagainya. Ini yang menjadi salah satu kunci di pencapresan," ungkapnya. 


Walaupun demikian kata Fatkurohman, modal pemilih Jawa ini sangat penting dalam perpolitikan di Indonesia. 


"Nah kalau nantinya ada Presiden di luar etnis Jawa, saya pikir ini sejarah baru demokrasi di Indonesia. Ada pergeseran mindset berpikir dari pemilih Indonesia yang tadinya bersifat identitas kesukuan sudah bergeser pada bagaimana membuka cakrawala di luar etnis itu sendiri," urainya. 


Fatkur menilai nantinya ini sudah bersifat terbuka lebih bersifat rasional. Baik itu rasional programatik maupun ada rasional yang sifatnya identitas. 


Direktur Wilayah Sumsel Public Trust Institute mengatakan tentu ini akan menjadi daya tarik di Pilpres 2024. Pertanyaan apakah ada tokoh di luar itu bisa menjadi daya tarik elektoral. 

 

"Kalau misalkan di Sumatera sampai sekarang belum ada survei yang bisa jadi rujukan siapo tokoh yang bisa jadi daya tarik. Tetapi kalau kita lihat secara nasional kan tokoh-tokoh Sumatera banyak yang sudah berkecii di nasional," ujarnya. 


Sebut saja Tito Karnavian asal Sumsel dan punya pengaruh luar biasa di perpolitikan Indonesia. Menurutnya itu modal penting untuk bisa tampil di Pilpres 2024 mendatang 


Ia juga menyebut Gubernur Sumut yang bisa mempunyai populer voot di wilayah Sumatera. Atau Gubernur Sumsel. Namun ini perlu diuji kembali seperti apa tokoh-tokoh lokal yang ada di wilayah Sumatera ini. 


"Saya pikir mau tidak mau kalau dalam Pilpres tentu rujukannya bagaimana tokoh tersebut menarik populer voot bagi semua kalangan dan itu direpresentasikan dalam bentuk angka-angka. Dan angka-angka itu dilabelkan dalam lembaga survei," ujarnya. 


Mau tidak mau dalam sistem demokrasi seperti ini lembaga survei, walaupun sekarang perdebatan hasil survei. Menurut Fatkur, dengan demikian sebagai kunci untuk Pilpres 2024, etnis punya pengaruh besar tetapi di luar etnis Jawa tetap punya peluang dengan syarat tokoh tersebut mampu menarik populer voot bagi seluruh kalangan. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved