Berita Musi Rawas

Paling Diminati, Sebanyak 33.438 Pasangan Usia Subur di Musi Rawas Pilih Metode KB Suntik.

Sebanyak 63 persen atau 33.438 PUS memilih metode suntik. Kemudian disusul metode implan atau susuk sekitar 25 persen atau sebanyak 13.466 PUS.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
dok DPPKB Musi Rawas
Metode kontrasepsi keluarga berencana (KB) suntik paling diminati masyarakat Kabupaten Musi Rawas. Tampak petugas DPPKB Musi Rawas tengah melakukan pelayanan KB kepda masyarakat. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Metode kontrasepsi keluarga berencana (KB) suntik paling diminati masyarakat Kabupaten Musi Rawas.

Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Musi Rawas, jumlah pasangan usia subur (PUS) sebanyak 53.084 orang.

Pada umumnya memilih metode kontrasepsi modern yaitu sekitar 99,2 persen dan sisanya 0,8 persen menggunakan metode tradisional.

Dari jumlah itu, sebanyak 63 persen atau 33.438 PUS memilih metode suntik.

Kemudian disusul metode implan atau susuk sekitar 25 persen atau sebanyak 13.466 PUS.

Kemudian diikuti metode PIL sebesar 6,2 persen, IUD 1,9 persen dan metode tubektomi atau MOW sebesar 1,4 persen atau 756 PUS.

Dan metode kondom sebanyak 1,1 persen atau 562 PUS.

Sekretaris DPPKB Musi Rawas, M Nizar mengatakan, pelayanan KB dilakukan secara kesinambungan.

Menurutnya, terjadi peningkatan jumlah akseptor aktif. Dari 77,34 persen pada tahun 2020 jadi 77,86 persen di tahun 2021 ini.

Namun, untuk capaian 2022 terlapor sampai akhir semester pertama telah mencapai sekitar 74,56 persen.

"Artinya dapat diperkirakan bahwa capaian akhir 2022 nanti, akan mencapai lebih dari 77,86 persen," kata Nizar, Rabu (30/11/2022).

Namun sambung Nizar, apabila rata-rata cakupan aseptor aktif selama enam bulan masing-masing satu persen, maka diperkirakan capaian pada akhir tahun ini sebesar 80,56 persen.

"Kami terus berupaya untuk mencapai peningkatan pelayanan KB, seperti menggerakkan kegiatan momen-momen dan mengembangkan kemitraan," jelas Nizar.

Namun masih kata Nizar, angka unmet need atau kebutuhan pelayanan KB yang belum terpenuhi di Kabupaten Mura masih tinggi.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved