Berita Palembang

Korupsi Pakaian Olahraga Lansia Dinkes Prabumulih, Kontraktor Proyek Dituntut Pidana Tambahan

Kasus pidana korupsi pengadaan pakaian olahraga lansia pada Dinas Kesehatan Prabumulih tahun 2021, Pengadilan Tipikor Palembang vonis penjara

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Oki Pramadani
Kasus pidana korupsi pengadaan pakaian olahraga lansia pada Dinas Kesehatan Prabumulih tahun 2021, Pengadilan Tipikor Palembang vonis penjara terhadap tiga terdakwa, Selasa (29/11/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus pidana korupsi pengadaan pakaian olahraga lansia pada Dinas Kesehatan Prabumulih tahun 2021, Pengadilan Tipikor Palembang vonis penjara terhadap tiga terdakwa, Selasa (29/11/2022).

Ketiga terdakwa ialah Birendra khadafi, Darmansyah dan Joko Arif yang dijatuhi hukuman pidana yang berbeda-beda oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang.

Pembacaan sidang vonis dipimpin langsung oleh hakim Sahlan Efendi SH MH.

"Dengan ini, menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Birendra Khadafi selama 2 tahun 6 bulan, terdakwa Dharmansyah 4 tahun 6 bulan dan terdakwa Joko Arif 3 tahun penjara," tegas hakim ketua saat membacakan putusan, Selasa (29/11/2022).

Selain hukuman penjara, majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda terhadap tiga terdakwa tersebut masing-masing Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan.

Namun, terdapat hal berbeda dengan terdakwa Dharmansyah selaku kontraktor proyek.

Ia dikenakan Pidana tambahan mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 450 juta.

Akan tetapi, kata majelis Hakim, jika Dharmansyah tidak bisa mengembalikan uang pengganti tersebut atau harta benda terdakwa tidak mencukupi untuk mengembalikan uang pengganti itu, maka diganti dengan hukuman 2 tahun kurungan penjara.

Dalam pertimbangan saat pembacaan putusan, majelis hakim menilai hal-hal yang memberatkan para terdakwa yakni tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Sedangkan hal yang meringankan para terdakwa tidak pernah dihukum dan bersikap sopan dalam persidangan,' ujar majelis hakim saat pembacaan putusan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Prabumulih menuntut masing-masing Kejari Prabumuluh masing-masing selama 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved