Berita Palembang

Timbun BBM Bersubsidi, Warga OKU Timur Ditangkap Ditreskrimsus Polda Sumsel, Terungkap Modusnya

Ditreskrimsus Polda Sumsel menangkap seorang pelaku penimbun BBM subsidi jenis solar di Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Oki Pramadani
Ditreskrimsus Polda Sumsel menangkap seorang pelaku penimbun BBM subsidi jenis solar di Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ditreskrimsus Polda Sumsel menangkap seorang pelaku penimbun BBM subsidi jenis solar di Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

TH (31) merupakan pengepul atau yang berperan sebagai penampung BBM yang didapatkan dari sesorang yang membeli secara berulang di SPBU kawasan Mesuji.

Sementara AL yang merupakan seorang berperan mengisi secara berulang untuk dijual ke TH saat ini masih DPO.

Dirkrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Barly Ramadhani mengatakan, tersangka TH hanya menerima BBM atau pengepul untuk dijual kembali.

"Sementara satu orang yang mengambil di SPBU di perbatasan Mesuji Makmur Lampung itu masih kita kejar," terangnya, Selasa (29/11/2022).

Kata dia, satu pelaku berinisial AL yang berstatus DPO yang membeli BBM bersubsidi jenis solar dari SPBU di daerah Mesuji Makmur Prov Lampung menggunakan puluhan jeriken berisi 35 liter. 

Sementara peran dari tersangka TH hanya mengambil BBM jenis solar itu dari pelaku DPO, yang kemudian dijual kembali ke masyarakat.

"Berhasil terbongkarnya tindakan penyelewengan BBM Subsidi ini bermula dari Subdit Tipidter Dirkrimsus Polda Sumsel yang menerima pengaduan masyarakat terkait adanya aktivitas penimbunan BBM bersubsidi di kawasan tersebut," sambung Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Tito Dani.

Satu orang turut diamankan dalam kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi ini, yakni TH warga Desa Sidodadi Kec. Belitang Kabupaten OKU Timur.

Saat anggota mendatangi TKP dan benar saja dicurigai satu unit mobil pick up bermuatan puluhan dirigen diduga berisi BBM subsidi jenis solar,"ujar.

Dalam peristiwa ini polisi mengamankan satu mobil pick up Daihatsu Putih dengan nopol BE 8681 ZF, 22 jerigen kapasitas 35 Liter berisikan BBM jenis solar subsidi, dan 70 derigen kosong, satu buah timbangan, satu buah selang, dua buah corong, satu buah buku catatan, dan satu unit ponsel merek vivo. 

TH disangkakan melanggar Pasal 55 undang undang no 22 tahun 2001 Tentang minyak dan gas bumi yang telah diubah pada Pasal 40 angka 9 Undang - undang Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja, tentang penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga bbm subsidi pemerintah.

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved