Berita Lubuklinggau

Ngambek tak Dibelikan Motor, Remaja di Lubuklinggau Pilih Jalan Pintas, Korban Tewas Tergantung

Tidak dibelikan motor oleh orangtuanya, membuat MR seorang remaja di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) berbuat nekat dengan mengakhiri

Editor: Yandi Triansyah
handout
Tak dibelikan motor remaja di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan nekat mengakhiri hidupnya, Minggu (27/11/2022) 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Tidak dibelikan motor oleh orangtuanya, membuat MR seorang remaja di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) berbuat nekat dengan mengakhiri hidupnya.

MR sempat kecewa karena kedua orangtuanya tak mampu membelikannya ia motor.

MR akhirnya berpikir pendek dan memilih mengakhiri hidupnya.

"Kesimpulan dari tim medis bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi melalui Kasat Reskrim, AKP Robi Sugara, Senin (28/11/2022).

Menjelang magrib, sekira pukul 17.30 WIB, betapa kagetnya pasangan suami istri di Lubuklinggau melihat anaknya tergantung di kamar.

Orangtua itu baru saja pulang dari pasar mencari nafkah.

Namun saat tiba di rumah Jalan Kandis, RT 03, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, mereka menyaksikan MR sang anak sudah tergantung.

Keduanya langsung berusaha menyelamatkan anaknya, namun MR sudah terlanjur meninggal dunia.

Kemudian dengan dibantu warga setempat dan Ketua RT jenazah korban di turunkan.

"Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian, setelah menerima laporan itu, tim gabungan dari Satreskrim bersama nafis Polres Lubuklinggau dan Polsek Lubuklinggau Utara langsung turun," ungkapnya.

Tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP bersama dengan tim medis Rumkit melakukan pemeriksaan luar terhadap kondisi tubuh korban.

Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan atau tanda kekerasan fisik atau penganiayaan.

"Kesimpulan dari tim medis bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri," ujarnya.

Saat dijelaskan kedua orang tua korban menerima kejadian itu dan menyatakan secara tertulis untuk tidak dilakukan autopsi/bedah mayat.

Hasil interograsi saksi-saksi di TKP dan keterangan kedua orang tua korban, diduga kuat korban bunuh diri karena tidak tahan dengan himpitan ekonomi keluarga.

"Korban sempat ngambek (kecewa) kepada kedua orang tuanya, karena minta dibelikan sepeda motor, namun orang tuanya tidak mampu untuk membelikannya," ungkapnya.

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved